Sindir SBY, Alasan Marzuki Alie Disingkirkan dari Demokrat
Apa pantas sebagai seorang yang pernah dibesarkan partai bicara begitu kepada pak SBY?
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengungkapkan alasan disingkirkannya mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie dari kepengurusan partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono itu. Menurut Ruhut, Marzuki tak lagi menjadi pengurus partai karena pernah menyindir SBY saat pelaksanaan Kongres pada Mei 2015 lalu.
"Kader sudah minta pak SBY (kembali menjadi Ketum), dia (Marzuki) katakan 'eh lupa katanya cuma mau sebentar'. Yang begitu pantas nggak? Apa pantas sebagai seorang yang pernah dibesarkan partai bicara begitu kepada pak SBY?" ujar Ruhut di sela-sela acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (5/7/2015).
Ruhut mengatakan, Marzuki sebenarnya bukan siapa-siapa saat masuk ke partai. Namun, Marzuki merintis kariernya melalui Partai Demokrat hingga bisa menjadi Sekretaris Jenderal partai dan dipercaya menjabat Ketua DPR periode 2009-2014.
"Seharusnya dia bersyukur dan bekerja untuk partai. Kalau ada masalah, jangan ngomong di luar, selesaikan di dalam. Partai yang dibesarkan SBY ini ada aturan etikanya," ucap Ruhut.
Anggota Komisi III DPR itu juga menampik alasan Marzuki yang tak bisa lagi bersuara di Partai Demokrat. Ruhut mencontohkan, dirinya masih bisa bersuara lantang dan berbeda sikap dengan kebijakan partai.
"Dulu Ruhut dukung Jokowi-JK saat partai dan seluruh kader dukung Prabowo-Hatta. Siapa bilang tidak bisa bersuara? Kurang apa Ruhut Poltak Sitompul bicara," tukas pria yang pernah melakoni profesi sebagai artis dan advokat itu.
Marzuki Alie sebelumnya memberikan sinyal akan keluar dari Partai Demokrat. "Dengan tidak masuk dalam struktur apa pun, tidak ada ruang yang diberikan oleh partai untuk mengabdi lagi di Partai Demokrat," kata Marzuki melalui pesan singkat, Sabtu pagi.
Marzuki menyatakan masih ingin berpolitik dan terlibat aktif dalam usaha membesarkan Demokrat. (baca: Disingkirkan SBY, Marzuki Beri Sinyal Keluar dari Demokrat)
Namun, setelah mengetahui tidak masuk dalam kepengurusan yang dibentuk SBY dan tidak diundang untuk hadir dalam rapat pimpinan nasional Partai Demokrat, Marzuki mulai berpikir untuk keluar dari partai tersebut.
"Jadi bukan saya yang tidak ingin berbuat lagi untuk Partai Demokrat, tapi SBY-lah yang menentukan bahwa kita tidak perlu lagi ada dalam Partai Demokrat," ujar mantan Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/marzuki-alie_20150705_132729.jpg)