Pilkada Serentak 9 Desember
Tak Mungkin Pak Hashim Minta Mahar Rp 2,5 M ke Calon Bupati
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Daco Ahmad membantah partainya meminta mahar sebesar Rp 2,5 Miliar kepada Asmadi Lubis dan Jisman Hutapea
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Daco Ahmad membantah partainya meminta mahar sebesar Rp 2,5 Miliar kepada Asmadi Lubis dan Jisman Hutapea agar diusung sebagai bupati dan calon bupati Toba Samosir.
Dia curiga yang meminta mahar kepada pasangan tersebut hanya oknum yang tak bertanggungjawab dan mengatasnamakan DPP Gerindra.
"Kalau ada yang meminta mahar seperti itu, perlu dibuktikan apakah dia utusan parpol atau bukan," kata Dasco saat, Senin (3/8/2015).
Seharusnya, kata dia, Asmadi mencoba melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada DPP Gerindra mengenai permintaan mahar itu. Dasco memastikan, tak pernah ada permintaan mahar dari DPP.
"Nah, ini Pak Asmadi tidak pernah konfirmasi ke DPP, termasuk ke saya juga tidak pernah ada komunikasi," ucap dia.
Ketika disinggung pernyataan Jisman yang mengaku dimintai uang oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, Dasco langsung membantahnya.
"Tidak mungkin Pak Hashim minta uang. Kalau enggak ada buktinya itu bisa pencemaran nama baik," ucapnya.
Dasco mengatakan, selama ini Hashim justru banyak membantu calon kepala daerah yang dianggap potensial. Hashim banyak memberikan bantuan berupa kaus, baliho dan sebagainya.
"Jadi enggak ada itu. Apalagi kalau Pak Hashim yang minta," ucapnya.
Jisman sebelumnya mengaku adanya permintaan mahar dari Gerindra. Selain dari Gerindra, Jisman bersama Asmadi juga dimintai mahar oleh Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. (baca: Pasangan Bakal Calon Ini Mengaku Dimintai PKPI Rp 1,6 Miliar dan Gerindra Rp 2,5 Miliar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/hashim-djojohadikusumo_20150723_171608.jpg)