Hagasaki, Komandan Kempetai yang Ditakuti di Bandar Lampung

Sejarawan Lampung Cek Mat Zein menceritakan, pada zaman penjajahan Jepang dulu, di Kota Bandar Lampung hidup seorang komandan Kempeitai

Tayang:
Penulis: Yoga Noldy Perdana | Editor: soni
bekas rumah komandan Kempetai Hagasaki 

Laporan Reporter Tribun Lampung Yoga Noldy Perdana

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejarawan Lampung Cek Mat Zein menceritakan, pada zaman penjajahan Jepang dulu, di Kota Bandar Lampung hidup seorang komandan Kempeitai yang bernama Hagasaki. Ia mengatakan, Hagasaki merupakan seorang yang paling ditakuti oleh masyarakat pribumi pada waktu itu.

"Waktu itu kira-kira saya masih kelas empat sekolah dasar. Kalau Komandan Hagasaki sedang keliling patroli, tidak ada masyarakat pribumi yang berani mendekatinya, malah cenderung banyak yang langsung masuk rumah dan mengunci pintu. Ciri-cirinya, badannya tinggi, matanya sipit berpandangan tajam, langkah jalannya lebar gagah dengan menyandang pedang samurai. Dia kalau keliling memakai mobil dengan sopir pribadinya," Cek Mat berkisah.

Pernah suatu ketika, ada masyarakat pribumi yang tidak sengaja menggores mobilnya, Hagasaki marah lalu menampar orang tersebut. Dia memang ringan tangan, sering menampar warga pribumi maupun prajuritnya sendiri kalau sedang kesal.

Rumah Hagasaki dulu terletak di Jalan Ikan Bawal, Teluk betung, sekarang sudah tidak berbekas dan sudah dijadikan sebuah diler Honda. Itulah beberapa cerita yang dapat saya himpun berdasarkan pengalaman yang saya lihat dengan mata saya sendiri," ceritanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved