Hagasaki, Komandan Kempetai yang Ditakuti di Bandar Lampung
Sejarawan Lampung Cek Mat Zein menceritakan, pada zaman penjajahan Jepang dulu, di Kota Bandar Lampung hidup seorang komandan Kempeitai
Penulis: Yoga Noldy Perdana | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Yoga Noldy Perdana
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejarawan Lampung Cek Mat Zein menceritakan, pada zaman penjajahan Jepang dulu, di Kota Bandar Lampung hidup seorang komandan Kempeitai yang bernama Hagasaki. Ia mengatakan, Hagasaki merupakan seorang yang paling ditakuti oleh masyarakat pribumi pada waktu itu.
"Waktu itu kira-kira saya masih kelas empat sekolah dasar. Kalau Komandan Hagasaki sedang keliling patroli, tidak ada masyarakat pribumi yang berani mendekatinya, malah cenderung banyak yang langsung masuk rumah dan mengunci pintu. Ciri-cirinya, badannya tinggi, matanya sipit berpandangan tajam, langkah jalannya lebar gagah dengan menyandang pedang samurai. Dia kalau keliling memakai mobil dengan sopir pribadinya," Cek Mat berkisah.
Pernah suatu ketika, ada masyarakat pribumi yang tidak sengaja menggores mobilnya, Hagasaki marah lalu menampar orang tersebut. Dia memang ringan tangan, sering menampar warga pribumi maupun prajuritnya sendiri kalau sedang kesal.
Rumah Hagasaki dulu terletak di Jalan Ikan Bawal, Teluk betung, sekarang sudah tidak berbekas dan sudah dijadikan sebuah diler Honda. Itulah beberapa cerita yang dapat saya himpun berdasarkan pengalaman yang saya lihat dengan mata saya sendiri," ceritanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/rumah-komandan-kempeitai_20150812_221440.jpg)