Headline News Hari Ini

Gubernur Lampung: Saya Tanya pada Kapolda, Mati Gak Pak Begalnya?

Wah kenapa enggak ditembak mati saja, tanya saya. Tapi katanya faktor situasi yang tidak memungkinkan.

Penulis: wakos reza gautama | Editor: Heribertus Sulis
Tribun Lampung
Berita utama halaman 1 Tribun Lampung hari ini 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hanya butuh waktu tiga hari bagi aparat kepolisian mengungkap kasus pembunuhan anggota Brimob Polda Lampung Bhayangkara Dua (Bharada) Jefri Saputra. Polisi menangkap empat tersangka yang terlibat dalam penembakan Jefri.

Salah satu tersangka yaitu Romadon (17), tewas diterjang peluru aparat saat dilakukan penggerebekan di rumahnya di Negara Batin, Lampung Timur. Romadon adalah tersangka yang menembak Jefri hingga tewas.

Polisi juga melepaskan timah panas ke kaki tersangka Sudir (20). Sudir adalah tersangka yang mencuri motor Jefri. Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Edward Syah Pernong mengatakan, tersangka Romadon dan Sudir melakukan perlawanan saat ditangkap tim gabungan.

"Petugas mengambil tindakan tegas dengan menembak kedua tersangka. Satu tewas atas nama Romadon. Romadon ini eksekutor yang menembak Jefri hingga tewas," kata Kapolda saat menggelar konferensi pers di Mapolda, Minggu (30/8) malam.

Sedangkan tersangka Raden Sahwahwan alias Iwan (36), adalah penadah motor curian milik Jefri. Satu tersangka lain adalah Feri Agus, kakak Iwan yang diduga ada di tempat kejadian perkara (TKP) saat penembakan terjadi.

Edward mengutarakan, terungkapnya kasus ini berkat kerja keras aparat di lapangan. Ia mengutarakan, sesaat terjadinya peristiwa penembakan Jefri di Jalan Teuku Umar depan ATM Bank Mandiri, pada Kamis (27/8) malam, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Saya langsung bentuk tim gabungan yang terdiri dari polda dan polresta," ujar Edward. Tim tersebut, langsung melakukan penyelidikan pengumpulan bahan keterangan untuk mencari tahu siapa tersangkanya.

Menurut Edward, pihaknya melakukan tiga kali analisa dan evaluasi sampai akhirnya mengetahui komplotan yang terlibat penembakan Bharada Jefri. Hasil analisa dan evaluasi, lanjut dia, menunjukkan para tersangka berada di Jabung, Lampung Timur.

Komentar Gubernur Ridho

Gubernur Lampung Ridho Ficardo antusias dengan laporan pemberantasan aksi kriminalitas yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Kegembiraan itu disampaikan saat membuka sambutan Festival Krakatau dan Tapis Carnival V di Provinsi Lampung.

"Dalam acara ini mestinya dihadiri pimpinan Polda Lampung, tapi beliau tidak bisa hadir karena sedang memimpin menyelesaikan persoalan kriminalitas yang meresahkan di Lampung ini," kata Ridho Ficardo, Minggu (30/8).

Indikator suksesnya parawisata, menurut Ridho, adalah faktor keamanan baru selanjutnya adalah infrastruktur. "Saking antusiasnya, saya bertanya dengan Kapolda: "Mati gak pak begalnya," katanya.

Menurut Ridho, polisi tidak melepas tembakan ketika meringkus empat begal yang menembak anggota Brimob pada Kamis malam itu.

Dari empat pelaku begal yang menembak seorang anggota brimob pada Kamis malam kemarin, ternyata pelakunya tidak ditembak langsung oleh anggota kepolisian. "Wah kenapa enggak ditembak mati saja, tanya saya. Tapi katanya faktor situasi yang tidak memungkinkan," kata Ridho lagi.

Empat komplotan begal ditangkap di Lampung Timur dalam keadaan babak belur. Informasi yang disampaikan langsung oleh Gubernur Lampung itu disambut sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari hadirin yang datang.

Baca selengkapnya di koran Tribun Lampung edisi Senin, 31 Agustus 2015.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved