Crane Ambruk di Masjidil Haram
(VIDEO) Jatuhnya Crane di Masjidil Haram yang Menewaskan 107 Orang
Hujan deras disertai petir dan angin kencang mengakibatkan sebuah alat berat jatuh menimpa Masjidil Haram.
Penulis: Ridwan Hardiansyah | Editor: Heribertus Sulis
Laporan Reporter Tribun Lampung Ridwan Hardiansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEKKAH - Hujan deras disertai petir dan angin kencang mengakibatkan sebuah alat berat jatuh menimpa Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015).
Setelah kejadian itu, sejumlah tentara Arab Saudi tampak berjaga di dalam maupun luar Masjidil Haram. Mereka pun melarang penggunaan daerah tawaf di lantai dua dan tiga.
Sementara, jamaah tetap berdatangan untuk beribadah di Masjidil Haram.
Lamadia (63) masih khusyuk mengaji di lantai tiga Masjidil Haram, Mekkah. Sejak setelah salat Ashar, jamaah calon haji (calhaj) asal Makassar itu telah menyelesaikan hampir dua juz, saat tiba-tiba, tembok di dekatnya ambruk tertimpa alat berat, Jumat (11/9/2015) sekitar pukul 18.00 waktu setempat.
"Langsung terjadi begitu saja. Kira-kira tiga meter dari tempat saya duduk," kata Lamadia yang tubuhnya masih tampak bergetar.
Di penghujung sore, sekitar pukul 17.00, hujan deras disertai petir mengguyur Mekkah. Tak luput angin kencang yang membawa debu membuat suasana semakin kelam.
"Memang, waktu saya melihat ke arah depan sudah gelap. Di depan (bawah) itu kan Kabah," ucap Lamadia.
Tanpa diduga, hujan yang berlangsung sekitar satu jam itu, ternyata menumbangkan satu unit alat besar yang berada di bagian luar Masjidil Haram. Alat berat tersebut merupakan bagian dari proyek perluasan Masjidil Haram.
"Alat itu jatuh menjelang Magrib. Lalu, runtuhan-runtuhan tembok yang tertimpa alat itu, bertebaran ke lantai dua dan satu," ungkap Lamadia.
Lokasi reruntuhan berada di antara belakang makam Ibrahim dan pintu masuk menuju Bukit Safa. Menurut Lamadia, reruntuhan itu kemudian menimpa jamaah di lantai satu.
"Astagfirullahaladzim. Itu mengerikan. Banyak darah," kata Lamadia.
Meski begitu, situasi di dalam Masjidil Haram tidak terlalu panik. Setelah kejadian itu, Lamadia kemudian berpindah tempat ke tempat melaksanakan sai di lantai dua. Di tempat itu, ia lalu menyelesaikan salat Magrib dan Isya, hingga akhirnya pulang ke hotel tempat ia menginap.
"Kaki saya sudah sakit, saya lalu dibantu orang Malaysia. Alhamdullillah saya tidak apa-apa," tutur Lamadia.
Kecelakaan alat berat di Masjidil Haram menyebabkan 87 orang jamaah meninggal dunia (info terbaru tercatat 107 orang meninggal dan 238 luka-luka). Satu di antaranya jamaah asal Medan, Indonesia.