Enjoy Lampung

Ada Industri Rumahan Penghasil Terasi Rebon dan Emping Cuplis di Lampung

Terasi asal daerah ini hanya menggunakan bahan baku udang rebon, tanpa campuran apa pun.

Penulis: Teguh Prasetyo | Editor: Heribertus Sulis
Tribun Lampung / Teguh
Aroma terasi yang berbahan dasar udang kecil atau rebon kerap disandingkan sebagai bahan tambahan sambal dalam olahan kuliner seruit masyarakat Lampung 

Saat ini harga satu kilo tangkil Rp 12.500. Bila sudah menjadi emping, harganya Rp 40 ribu per kg. Sedangkan untuk cuplis dibanderol Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu per kg. "Biasanya jelang Lebaran, ada warga yang memiliki melinjo dan minta dibuatkan emping atau cuplis. Kalau seperti itu, kami minta upahnya Rp 7.000 per kg," ujar Sadiah (55), perajin cuplis.

Tribun Lampung / Teguh
Penganan cuplis dan emping ini menjadi kuliner khas yang dikembangkan warga sebagai kekuatan desa wisata

Saat ini ke dua tempat tadi dalam proses penilaian desa wisata tingkat provinsi. Menurut Uli dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, penilaian desa wisata tingkat provinsi dilakukan di 12 kabupaten/kota.

"Kategori desa wisatanya meliputi desa wisata, desa di sekitar obyek wisata atau berbasis industri kreatif, dan desa pendukung usaha pariwisata atau kemitraan dengan usaha pariwisata. Penjurian sendiri akan dilakukan hingga akhir bulan ini," pungkasnya.

Adapun juri yang menilai dua orang dari Kementerian Parekraf dan Dinas Parekraf Provinsi Lampung, dosen Unila, jurnalis Tribun Lampung, serta fotografer dan penggiat blog Lampung.

Tertarik untuk telusuri desa wisata ini? Anda bisa datang ke daerah ini dengan amat mudah, sebab meski berbeda kabupaten dan kota, industri hanya berjarak beberapa meter saja. Anda bisa mengarahkan kendaraan ke arah pantai mutun, karena lokasi ini berada tak jauh dari jalan raya Hanura.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved