Kalung Bunga Sang Ibu untuk Mbul, Bocah yang Tewas Dipukul Teman Sekolah

Akhirnya Ardiansyah tewas akibat perkelahian itu. Luka di kepalanya terlalu parah.

Editor: Andi Asmadi
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Karisah (27), ibunda Ardiansyah, mengagungkan nisan makam anaknya dengan rencengan bunga saat pemakaman di TPU Wakaf Bungur, Sabtu (19/9/2015). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Kubur itu sudah terisi tanah, nisan sementara terbuat dari kayu sudah terpasang di makam Noor Anggra Ardiansyah (8), bocah yang tewas dipukul teman sekolahnya.

Ardiansyah yang dipanggil "Mbul" oleh keluarganya dimakamkan di TPU Wakaf Bungur di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (19/9).

Di bagian belakang makam yang rimbun dengan pohon kamboja, diantara kuburan orang-orang yang lahir tahun 1920 silam. Setelah itu satu per satu keluarga, kerabat, dan rekan mulai menaruh bunga di atas makam.

Mereka menaruh kalung bunga rencengan yang disusun dari daun pandan dan kuntum bunga sedap malam. Dikalungkan di nisan kayu.

Ibunya, Karisah (27), menaruh kalung bunga ini dengan mata berair dan tubuh gontai.
Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Dri Hastuti pun memeganginya, takut dia jatuh.

Dia juga menaburi makam itu dengan bunga.

Kakak korban, Adit (10), maju ke makam adiknya tanpa tangis. Dia membawa potongan tanaman yang Ia ambil di lokasi pemakaman itu, lalu menancapkan di dekat nisan kayu.

Setelah itu Dia mengalungi nisan, lalu menabur bunga. Beberapa teman sekelas pun ikut melakukan hal yang sama. Selanjutnya mereka berdiri di samping makam, sampai acara selesai.

Sebelumnya, dua murid kelas 2B SDN 07 Pagi Kebayoran Lama Utara, Richard (8) dan Noor Anggra Ardiansyah (8) berkelahi saat lomba mewarnai di sekolah itu Jumat (18/9/2015) pagi.

Akhirnya Ardiansyah tewas akibat perkelahian itu. Luka di kepalanya terlalu parah.
Dia meninggal saat tengah ditangani di RS Fatmawati, Jumat petang pukul 18.00 Wib.

Ardianysah (dan Richard (diketahui sama-sama kerap saling ejek sejak awal sekolah di SDN 07 Pagi Kebayoranlama Utara.

Wali Kelas 2B di SDN 07 Pagi Kebayoranlama Utara, Mujiyana (60), mengatakan, kedua anak itu sudah satu kelas sejak kelas 1 SD.

Menurut Mujiyana, keduanya paling hyperaktif ketimbang 26 anak lainnya di kelas. "Sering saling ejek mereka ini," ucap Mujiyana kepada Wartakotalive.com di rumah duka, Sabtu (19/9) pagi.

Menurut Mujiyana, Ardiansyah kerap mengejek Richard dengan sebutan gendut. Sebab Richard memang berbadan tambun dan paling gemuk di kelasnya.

Sedangkan Richard kerap mengejek Ardiansyah dengan menyebut nama orangtuanya. "Dua-duanya itu kalau sudah saling ejek gampang naik darah. Gampang tersulut lalu berkelahi," kata Mujiyana.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved