Erupsi Gunung Rinjani

Status Gunung Rinjani Masih Waspada

Lahar panas mengarah ke arah Timur dan utara Gunung Barujari.

Status Gunung Rinjani Masih Waspada
AFP PHOTO/PIKONG
Foto yang diambil pada 1 November 2015 ini menunjukkan gunung Baru Jari menyemburkan abu vulkani seperti dilihat dari Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Aktivitas Gunung Baru Jari (2.375 mdpl) terus meningkat dan berstatus waspada. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MATARAM - Aktivitas erupsi Gunung Rinjani melalui Gunung Barujari di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menurun.

"Erupsi anak Gunung Rinjani di Pulau Lombok masih terus berlangsung meskipun dengan intensitas lebih kecil dibandingkan seminggu sebelumnya," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers, Sabtu (14/11/2015).

Sutopo mengatakan, berdasarkan pos pengamatan PVMBG di Sembalun pukul 11.00 WIB, asap tebal berwarna putih kelabu masih membumbung tinggi sekitar 1.600 meter condong ke arah barat dan barat daya.

Kegempaan tremor terpantau menerus terjadi dengan amplitudo maksimum 1-25 mm, dominan 9-10 mm. Letusan tertinggi mencapai 2.000 meter dari puncak Gunung Barujari atau sekitar 4.350 m dari permukaan laut.

Saat ini, status gunung masih Waspada (Level II). Lahar panas mengarah ke arah Timur dan utara Gunung Barujari.

Diperkirakan, sampai saat ini, sudah terjadi penumpukan sebanyak 4,5 juta meter kubik material piroklastik yang dihasilkan sejak erupsi sebelumnya. Dengan adanya peningkatan volume material hasil erupsi di Danau Segara Anak atau Kaldera Gunung Rinjani, tinggi muka air danau naik.

Jika terjadi hujan deras di puncak Gunung Rinjani dikhawatirkan dapat menyebabkan banjir di sepanjang Sungai Kokok Putih akibat luapan Danau Segara Anak.

Masyarakat di sekitar aliran sungai Kokok Putih diimbau untuk selalu waspada dan tidak melakukan aktivitas di Sungai Kokok Putih saat mendung atau hujan di Puncak Gunung Rinjani.

Sementara itu, hujan abu jatuh di beberapa desa di bagian Barat-Barat Daya Gunung Rinjani. Hingga saat ini, belum perlu ada pengungsian penduduk. Akibat penurunan aktivitas erupsi dan arah angin yang mengarah ke Barat, kondisi penerbangan di Bandara Internasional Lombok (BIL) sudah berangsur-angsur normal.

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved