Berita Video Tribun Lampung
(VIDEO) Pegawai Disdikbud Bubarkan Demonstrasi
Ratusan pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung membubarkan belasan demonstran yang mengatasnamakan
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ratusan pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung membubarkan belasan demonstran yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Bongkar Korupsi (Gembok), Selasa (17/11/2015).
Menurut Kepala Disdikbud Lampung Hery Suliyanto, pembubaran dilakukan karena belasan demonstran yang berunjuk rasa tersebut ilegal.
"Bagaimana tidak, karena surat izin untuk berunjuk rasa dari Kepolisian saja mereka tak punya. Bagaimanapun kalau yang ingin berunjuk rasa, ya boleh saja tapi harus ada izinnya dong dari polisi," katanya.
Menurutnya Hery, orasi yang dilakukan aktivis Gembok dianggap tak relevan. Terutama, orator yang berada di atas mobil yang menggunakan kata-kata kotor selama berorasi.
"Masa kata-kata binatang sampai dibawa-bawa dalam unjuk rasa. Itu tak mencontohkan kalau mereka itu sebagai mahasiswa," terang Hery.
Mendengar hal itu, Hery menuturkan, secara spontan, pegawai Disdikbud Lampung keluar ruangan untuk mendengarkan apa yang dikatakan orator tersebut, dan langsung membubarkan unjuk rasa.
"Saya tak memberikan perintah kepada mereka. Tapi itu karena jiwa korsa (kesatuan) Disdikbud, maka mereka membubarkan masa tersebut," jelasnya.
Sementara itu, kordinator aksi Putra menyampaikan kalau pejabat Disdikbud Lampung banyak yang terindikasi tersandung korupsi. Sebagai contoh, revitalisasi pembangunan gedung teater tertutup Taman Budaya Lampung senilai Rp 3,9 miliar.
Maka dari itu, Gembok secara tegas meminta pihak aparat penegak hukum dapat memproses hal tersebu.