Pembangunan Flyover Ki Maja Dipastikan Molor

"Ada beberapa kendala yang membuat flyover terhambat. Seperti penentuan titik koordinat yang di dalam kontrak harusnya berbelok beberapa derajat"

Penulis: Romi Rinando | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Okta
Flyover Ki Maja-Ratu Dibalau 

Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pembangunan flyover Ki Maja-Ratu Dibalau dipastikan tidak selesai sesuai rencana. Banyaknya kendala yang dialami pengembang membuat jalan layang tersebut baru bisa rampung pada Desember alias molor satu bulan.

Sejumlah warga berharap proyek pembangunan flyover bisa secepatnya rampung. Seperti yang dikatakan Deny, warga Jalan Ki Maja. Ia mengatakan, lamanya pembangunan flyover cukup mengganggu aktivitas warga, termasuk dirinya yang tinggal di sekitar lokasi flyover.

”Ya kalau dilewati oleh kendaraan, debunya cukup mengganggu. Tapi, apa mau dikata. Namanya juga sedang masa pembangunan,” kata karyawan swasta ini, Rabu (18/11).

Deny mengaku sudah mendapatkan informasi bahwa pembangunan flyover mengalami keterlambatan dan tidak akan selesai sesuai target. ”Saya sudah mendapat info dari kontraktornya. Katanya pembangunan flyover diperkirakan telat rampungnya. Ya saya bisa memakluminya. Tapi, jangan sampai ada keterlambatan lagi. Soalnya bukan cuma saya yang menginginkan flyover cepat selesai. Saya rasa semua warga di sini juga sama,” imbuh Deny.

Hal sama dikatakan Sri (32). Wanita yang membuka usaha di sekitar lokasi flyover ini juga berharap pembangunan jalan layang cepat selesai.

”Selama ada pembangunan, jujur saja usaha saya mengalami penurunan omzet kira-kira 50 persen. Soalnya akses jalan, termasuk tempat parkir untuk pembeli, jadi sulit. Belum lagi debu yang mengganggu,” kata Sri.
”Saya harap pembangunan ini cepat selesai. Apalagi kalau dengar pembangunan malah molor. Kami hanya bisa pasrah,” lanjutnya.

Sri mengaku tidak mungkin pindah ke tempat lain seperti yang dilakukan pedagang lainnya. ”Saya rasa nggak mungkin. Karena usaha saya juga bukan usaha yang besar alias pas-pasan. Ini ruangan juga saja dapat ngontrak. Mau pindah ke mana lagi,” tutur Sri.

Desain Berubah
Ismail Usman, pelaksana proyek flyover Ki Maja-Ratu Dibalau, mengatakan, molornya pembangunan jalan layang keempat di Kota Tapis Berseri itu diakibatkan beberapa masalah, mulai dari molornya pembebasan lahan, berubahnya desain, hingga banyaknya pengendara yang melintas di lokasi proyek.

"Ada beberapa kendala yang membuat flyover terhambat. Seperti penentuan titik koordinat yang di dalam kontrak harusnya berbelok beberapa derajat, di lapangan ternyata berbelok ekstrem. Kemudian, awalnya kami minta tidak open traffic. Tapi, nyatanya harus open traffic," jelas Ismail dalam hearing bersama Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Rabu (18/11).

Rapat dengar pendapat yang dipimpin Sekretaris Komisi III Muchlas E Bastari itu juga dihadiri Kabid Bina Marga Dinas PU Azwar, pelaksana proyek Agus Qowo, dan pengawas proyek Rosyidin. Tampak pula sejumlah anggota komisi III lainnya, seperti Agusman Arief, Achmad Riza, dan Fandi Tjandra.

Meskipun molor, sambung Ismail, secara produktivitas PT Suci Karya Badinusa selaku pelaksana pekerjaan proyek flyover melebihi rata-rata. "Kalau bicara produktivitas, kami sudah melebihi rata-rata. Misalnya, sehari harus bor dua sampai tiga titik. Tapi, kenyataannya kita melebihi itu. Artinya, hambatan ini bukan karena disengaja. Karena siang-malam kami kerja. Ini masih bisa ditoleransi, karena diatur dalam perpres," tuturnya.

Ismail menambahkan, saat ini progres pengerjaan flyover sudah mencapai 79,22 persen. Ia pun mematok target rampung pada akhir Desember. Saat ini dalam tahap penyambungan balok girder.

Anggota Komisi III Achmad Riza meminta pembangunan flyover Ki Maja bisa dirampungkan pada 25 Desember yang bertepatan dengan akhir penutupan anggaran. Dia mengharapkan seluruh pekerjaan sudah rampung, termasuk penyambungan balok girder dan pengecorannnya.

Selain itu, lampu jalan flyover juga langsung diselesaikan. Jangan terpisah-pisah atau dikerjakan setelah flyover selesai, seperti pada flyover-flyover sebelumnya. "Kita minta tanggal 25 Desember sudah rampung semua, termasuk lampu jalan. Jadi tidak menimbulkan gangguan-gangguan.Termasuk jalan di bawah flyover," bebernya. (rri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved