(VIDEO) Seminar Bambu di Hutan Bambu Marga Kaya
"Kita butuh kebijakan yang nantinya bambu jadi produk andalan," tukasnya.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: nashrullah
LAPORAN WARTAWAN TRIBUNLAMPUNG ROBERTUS DIDIK BUDIAWAN
PRINGSEWU, TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Masto Setiyanto, ahli bambu yang menjadi pembicara dalam seminar bambu ini menyampaikan dua hal penting yang perlu bagi Pringsewu untuk pengembangan bambu, yakni sumberdaya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).
Dia menyampaikan bila ke depan, selain membutuhkan wadah juga membutuhkan aturan yang baku. "Kita butuh kebijakan yang nantinya bambu jadi produk andalan," tukasnya.
Artinya, kedepan bagaimana meningkatkan pendampingan masyarakat dalam hal bambu.
Menurutnya, akademisi sendiri saat ini sudah mulai tertarik meneliti bambu. Cuma, lanjut dia, bagaimana mengajak masyarakat supaya tertarik dengan bambu.
Diketahui bila seminar bambu tersebut merupakan satu rangkaian Festival Bambu Nusantara (FBN) 2015. Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, Minggu (29/11) sore dalam konferensi persnya mengatakan, FBN diselenggarakan di Pringsewu lantaran kabupaten ini akan dipromosikan dan dipopulerkan sebagai tujuan wisata bambu Indonesia.
Esthy mengatakan, keberadaan Pringsewu sebagai tujuan wisata Bambu Indonesia diharapkan akan menjadi daya tarik baru yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Lampung.
Pemerintah pusat telah mendukung Kabupaten Pringsewu sebagai wilayah wisata bambu dengan menempatkan kegiatan Festival Bambu Nusantara ke-9 di Kabupaten Pringsewu. Acara puncak berlangsung pada 29-30 November 2015.(dik)