Peringatan Hari AIDS Sedunia
Cegah Penularan Virus HIV/AID dengan Kondom
HIV bisa ditularkan sebelum terjadi ejakulasi. Ini bisa terjadi ketika keluarnya cairan awal dari alat kelamin.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Hingga kini belum ada vaksin untuk mencegah HIV/AIDS dan juga belum ada obat yang menyembuhkannya. Cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah terinfeksi HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV.
Salah satu kegiatan dengan risiko tinggi penularan HIV/AIDS adalah berhubungan seks tanpa pengaman. Karena itu, penggunaan kondom sangat penting dalam pencegahan penularan HIV/AIDS.
Kondom efektif mencegah penularan penyakit menular seksual yang dapat terjadi melalui kontak skin to skin seperti human papillomavirus, genital herpes, dan syphilis.
Begitu juga untuk pencegahan penularan penyakit menular seksual melalui cairan tubuh, seperti chlamydia, gonorrhea hingga HIV/AIDS. Apalagi, HIV bisa ditularkan sebelum terjadi ejakulasi. Ini bisa terjadi ketika keluarnya cairan awal dari alat kelamin.
Jika kondom digunakan secara konsisten dan benar, bisa dikatakan kondom sangat efektif dalam pencegahan penularan HIV.
Menurut Faraz Shamsi, Marketing Director Reckitt Benckiser Indonesia, dibanding kontrasepsi lainnya seperti IUD, kondom memang lebih efektif mencegah penularan HIV/AIDS.
“Penularan infeksi menular seksual, termasuk HIV terjadi karena adanya pertukaran cairan saat berhubungan seksual. Kondom adalah satu-satunya kontrasepsi yang mencegah terjadinya pertukaran cairan tersebut,” jelas Faraz saat temu media dalam acara Durex Seruan Pembuatan Emoji Kondom di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan yang sama, psikolog seksual Zoya Amirin, M.Psi mengatakan, bahwa berbagai jenis kontrasepsi lain hanya bisa mencegah kehamilan, tapi tidak ada yang efektif mencegah penularan penyakit seksual, termasuk HIV/AIDS.
“Enggak perlu ragu dengan kekuatan kondom. Karena, kondom ini terbuat dari karet kualitas nomor satu dari pohon karet. Sedangkan, kualitas karet nomor tiganya saja dipakai untuk membuat ban Formula 1. Terbayangkan kan bagaimana kuatnya kualitas kondom? Jadi, enggak bisa tuh lagi dipakai tiba-tiba kondomnya robek,” ungkap Zoya.
Zoya menambahkan, kualitas kondom bisa menurun jika sudah melalui masa kedaluwarsa dan penyimpanan yang kurang baik. Hindari menyimpan kondom di dompet atau di tempat yang terkena sinar matahari.
“Bahkan, karena memang terbukti efektif, para pakar kesehatan mewajibkan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kondom_20151127_160810.jpg)