Meracik Ulang Portofolio Setelah Kenaikan Suku Bunga The Fed
Pasca suku bunga acuan The Fed naik, instrumen properti juga bisa menjadi unggulan.
Sektor lain yang menarik di antaranya adalah barang konsumsi, properti, semen dan konstruksi. "Hindari sektor komoditas,” ujar Hanif.
Maklum saja, saat ini sektor komoditas masih belum lepas dari balutan tren bearish, karena harga komoditas yang terus melemah.
Bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang, minimal 10 tahun, bisa mengoleksi emas yang harganya sedang murah.
Investor yang memiliki dana lebih juga bisa membeli tanah, mendirikan bangunan, lalu menjualnya lagi dengan harga yang jauh lebih tinggi di masa depan.
Hans Kwee, Vice President Investment Quant Kapital Investama, melihat pasar saham berpotensi menguat hingga awal tahun depan. "Oleh karena itu, mulai saat ini investor bisa mulai melakukan akumulasi saham," ujar Hans.
Menurutnya, sektor saham yang berprospek bagus di masa depan adalah konstruksi, perbankan, properti dan barang konsumsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-investasi-keranjang_20150901_202320.jpg)