Natal, Bunuh Diri dan Kisah Tragis Pandya yang Tak Pernah Bisa Memberi Perayaan Ultah Putranya

Pandya meninggal, meninggalkan Vishali dan dua putranya: Hardik, dan juga Harsh yang tak pernah bisa merasakan perayaan ulang tahun bersama ayahnya.

Tayang:
Penulis: Heribertus Sulis | Editor: Heribertus Sulis
dok. Kompas.com
Ilustrasi korban bakar diri. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ketika sebagian warga dunia sedang merayakan sukacita pada malam Natal, dan sebagian besar anak-anak bermimpi tentang Sinterklas yang datang dan memberi hadiah pada mereka, Hitesh Pandya (38), warga Meghaninagar, India, sedang mati-matian mencari uang untuk membelikan hadiah ulang tahun untuk putranya, Harsh, yang akan berusia 6 tahun. Harsh juga sangat ingin merayakan ulang tahun keenamnya yang jatuh pada 25 Desember.

Rasa bersalah karena tidak bisa memberi sebuah perayaan hari ulang tahun pada anaknya, sangat membebani pikiran Pandya. Dia mencoba untuk mencari uang, tapi hasilnya sia-sia.

Sekitar pukul 10.30 pagi hari, Pandya, yang bekerja sebagai tukang batu, menyerah pada usahanya untuk merayakan ulang tahun anaknya.

Dia kemudian mengambil minyak tanah dalam wadah, masuk ke dalam kamar (satu-satunya kamar di rumahnya) kemudian membakar diri.

Pandya pun menjerit kesakitan hingga menyadarkan istrinya, Vaishali (32), yang sedang mencuci pakaian di luar rumah, bergegas masuk. Tapi pintu kamar itu terkunci dari dalam, dan asap menyelinap keluar kamar.

Dengan bantuan tetangga, Vaishali membuka paksa pintu dan menemukan Pandya telah berada dalam kobaran api.

Mereka berhasil memadamkan api yang melumat tubuh Pandya, dan buru-buru membawanya ke rumah sakit.

Malang, pada Sabtu malam sekitar 12.30, Pandya meninggal, meninggalkan Vishali dan dua putranya: Hardik, dan juga Harsh yang tak pernah bisa merasakan perayaan ulang tahun bersama ayahnya.

sumber: timesofindia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved