Berita Viral

Pemuda Bunuh Pacar, Lalu Tidur Bersama Jasad Korban di Dalam Kamar

Pemuda berinisial OI (28) sempat tidur bersama jasad pacarnya, DI (27), setelah dia bunuh di dalam kamar rumahnya.

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
TribunBanten.com/Misbahudin
PEMUDA BUNUH PACAR - Pelaku pembunuhan, OI (kanan). OI (28) sempat tidur bersama jasad pacarnya, DI (27), setelah dia bunuh di dalam kamar rumahnya.  

Ringkasan Berita:
  • Pemuda berinisial OI (28) sempat tidur bersama jasad pacarnya, DI (27), setelah dia bunuh di dalam kamar rumahnya. 
  • DI tidak langsung melarikan diri setelah membunuh korban di kediaman pelaku pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. 
  • Keesokan harinya, pelaku memutuskan untuk menyerahkan diri ke Polsek Banjar tanpa sepengetahuan keluarganya.

Tribunlampung.co.id, Banten - Pemuda berinisial OI (28) sempat tidur bersama jasad pacarnya, DI (27), setelah dia bunuh di dalam kamar rumahnya. 

Dikatakan DI, dirinya tidak langsung melarikan diri setelah membunuh korban di kediaman pelaku di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dirinya bahkan sempat tidur di kamar yang sama dengan jasad korban. 

"Masuk ke kamar, balik lagi, ngeliat lagi ke kamar," kata dia di depan petugas dikutip dari TribunBanten, Jumat (8/5/2026). 

Insiden pembunuhan itu terjadi bermula dari ucapan korban yang dianggap menyakitkan. Korban menyebut bahwa pelaku lebih mementingkan ibunya yang sedang sakit dan tidak berguna.

Baca juga: Tersinggung Disebut Lebih Pentingkan Ibu yang Sakit, Pemuda Gelap Mata Bunuh Pacar

“Dia bilang saya lebih mentingin ibu saya yang sakit, tidak tahu diri, tidak berguna,” kata. 

Pelaku lantas membunuh korban dengan cara mencekik menggunakan tangan kosong di dalam kamar.

“Dicekik di kamar, pakai tangan sendiri, dalam kondisi sadar,” ujar OI. 

Pelaku mengaku tidak menyangka perbuatannya akan berujung pada kematian sang kekasih. Namun, emosi yang memuncak membuatnya kehilangan kendali. 

Padahal, keduanya diketahui telah terjalin cukup lama, yakni sekitar delapan tahun. Selama itu pula, korban kerap datang dan menginap di rumah pelaku.

“Sudah delapan tahun pacaran. Sering ke rumah, sebulan bisa tiga sampai empat kali, bahkan pernah seminggu menginap,” katanya.

Bahkan, keduanya sempat tinggal bersama di Jakarta selama kurang lebih empat tahun, dari 2021 hingga 2024, saat sama-sama bekerja di ibu kota. 

"Sudah banyak yang negur, orang tua, RT hingga RW, cuma susah dibilanginnya," sambungnya. 

Sempat Ingin Akhiri Hidup

Tak hanya itu, pelaku juga sempat mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum berbagai obat milik ibunya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

"Saya pengen sama nasibnya kaya korban, ingin akhiri hidup tuh. Saya minum obat mama semuanya, ternyata baik-baik saja," ujarnya. 

Sumber: Tribun banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved