(FOTO) Korban Tanah Longsor Ditemukan di Antara Puing-puing dan Lautan Lumpur

Berikut adalah beberapa foto yang diambil dari berbagai media, saat upaya penyelamatan dilakukan.

Xinhua / REX / Shutterstock / Telegraph
Tim penyelamat mengorek puing-puing dari tanah longsor dalam bencana hebat di taman industri dan menemukan seorang pemuda hidup di lumpur di Shenzhen, China. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BEIJING - Bencana tanah longsor melanda sebuah taman industrial di Shenzhen, China selatan. Bencana itu, lapor sejumlah media setempat, Senin (21/12/2015), telah mengubur lebih dari 30 bangunan dalam lautan lumpur, menyebabkan 91 orang hilang, dan memicu ledakan gas.

Upaya penyelamatan dan kondisi taman yang porak poranda kemudian banyak diabadikan oleh warga dan para fotografer.

Berikut adalah beberapa foto yang diambil dari berbagai media, saat upaya penyelamatan dilakukan. Betapa besar bencana yang terjadi penghujung tahun 2015 di China ini. 


Color China Photo via AP / Telegraph - Foto ini diambil dari pesawat tak berawak yang dipasang kamera, menunjukkan petugas penyelamat mencari korban selamat setelah tanah longsor

AP Photo / Andy Wong via Telegraph - Taman industrial Shenzhen telah beroperasi selama dua tahun. Saat terjadi bencana, alat-alat berat dikerahkan untuk mencari warga yang hilang tertimbun

Kantor berita Xinhua melaporkan, sejumlah saksi mata melukiskan tanah merah dalam jumlah besar dan lumpur meluncur menuju taman di kota Shenzhen sebelum mengubur atau menghancurkan sejumlah rumah dan pabrik.

Surat kabar resmi Kementerian Pertanahan dan Sumber Daya negara itu melaporkan, peristiwa tanah longsor itu disebabkan oleh penyimpanan yang tidak tepat tanah buangan sebuah lokasi konstruksi. Menurut laporan Global Times, tanah buangan tersebut secara ilegal ditempatkan hingga setinggi 100 meter di situs tambang tua dan berubah menjadi lumpur saat hujan deras pada Minggu pagi kemarin.

Menurut sejumlah pejabat kantor layanan darurat kota yang dikutip harian Shenzhen Evening News, ada 91 orang hilang yang terdata pada Senin sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Xinhua melaporkan bahwa lebih dari 1.500 tenaga penolong terlibat dalam upaya penyelamatan, dan 104 mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

Kecelakaan industrial sering terjadi di China. Peraturan keselamatan sering diabaikan karena korupsi.

Sebuah ledakan pada Agustus lalu di kota pelabuhan Tianjin yang menewaskan hampir 200 orang disebabkan oleh penyimpanan bahan kimia secara sembarangan.

Dalam insiden di Shenzhen, sekitar 900 orang dipindahkan dari lokasi bahaya itu sebelum longsor melanda pada pagi hari di kota yang berbatasan Hongkong tersebut. Empat orang berhasil diselamatkan, tiga di antaranya luka ringan.

Tanah longsor itu telah memecahkan pipa gas alam dan memicu ledakan yang terdengar hingga jarak sekitar empat kilometer. (Kompas.com/Telegraph/AFP)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved