Warga Kemiling Sempat Ikut Pengajian Gafatar

Warga memang ikut pengajian. Tapi kok beda pengajiannya. Ini hanya menjelaskan arti-arti ayatnya saja.

Penulis: tak ada | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Dua badut saat didatangkan oleh KPAID Kalbar ke tempat pengungsian untuk menghibur anak-anak Eks Gafatar di Bekangdam XII Tajungpura, Jl Adisucipta KM 7, Kuburaya, Kalbar, Kamis (21/1/2016). Pasca pembakaran pemukiman warga Eks Gafatar di dua lokasi di kabupaten mempawah, ribuan Eks Gafatar ini di ungsikan ke Bekangdam XII Tanjungpura sejak (19/1/2016) lalu. dijadwalkan ribuan Anggota Eks gafatar ini akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing pada (22/1/2016) melalui jalur laut. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejumlah warga Gang Walet, Pinang Jaya, Kemiling, sempat mengikuti pengajian Gafatar. Tetapi karena curiga, warga setempat tidak mau lagi mengikuti pengajian tersebut.

Ketua RT 05 Lingkungan I, Gang Walet, Pinang Jaya, Kemiling, Sudarsih mengakui ajakan itu sempat dilakukan saat warga mengikuti pengajian yang digelar di kediaman PV yang merupakan orangtua AS, beberapa tahun lalu.

"Saya lupa tepatnya. Pastinya, pertama dia (PV) pindah ke sini. Warga memang ikut pengajian. Tapi kok beda pengajiannya. Ini hanya menjelaskan arti-arti ayatnya saja pakai bahasa Indonesia. Ayat-ayatnya tidak di-ngaji-in," katanya, Kamis (21/1).

Berawal dari perbedaan cara pengajian itu, Sudarsih menambahkan, warga menjadi curiga. Kecurigaan warga semakin bertambah ketika PV mengatakan bahwa salat dan puasa itu tidak penting, dan yang terpenting adalah beramal.

"Itu yang bikin kami makin curiga. Jadi sejak itu warga nggak ada yang mau ikut pengajiannya lagi. Tapi kayaknya dia sadar kalau warga tidak mau ikut lagi. Dia juga tidak mengundang-ngundang lagi," katanya.

Meski ada kecurigaan, Sudarsih mengungkapkan, hubungan PV dengan warga sekitar masih cukup baik. PV masih sempat bertegur sapa dengan warga. Tetapi kondisi itu berubah sekitar tiga tahun lalu.

"Jadi agak tertutup. Lalu mulai banyak yang datang menginap ke rumahnya. Rata-rata bawa mobil. Menginapnya bisa berhari-hari. Tapi dia tidak pernah lapor," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved