Warga Kemiling Sempat Ikut Pengajian Gafatar
Warga memang ikut pengajian. Tapi kok beda pengajiannya. Ini hanya menjelaskan arti-arti ayatnya saja.
Penulis: tak ada | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejumlah warga Gang Walet, Pinang Jaya, Kemiling, sempat mengikuti pengajian Gafatar. Tetapi karena curiga, warga setempat tidak mau lagi mengikuti pengajian tersebut.
Ketua RT 05 Lingkungan I, Gang Walet, Pinang Jaya, Kemiling, Sudarsih mengakui ajakan itu sempat dilakukan saat warga mengikuti pengajian yang digelar di kediaman PV yang merupakan orangtua AS, beberapa tahun lalu.
"Saya lupa tepatnya. Pastinya, pertama dia (PV) pindah ke sini. Warga memang ikut pengajian. Tapi kok beda pengajiannya. Ini hanya menjelaskan arti-arti ayatnya saja pakai bahasa Indonesia. Ayat-ayatnya tidak di-ngaji-in," katanya, Kamis (21/1).
Berawal dari perbedaan cara pengajian itu, Sudarsih menambahkan, warga menjadi curiga. Kecurigaan warga semakin bertambah ketika PV mengatakan bahwa salat dan puasa itu tidak penting, dan yang terpenting adalah beramal.
"Itu yang bikin kami makin curiga. Jadi sejak itu warga nggak ada yang mau ikut pengajiannya lagi. Tapi kayaknya dia sadar kalau warga tidak mau ikut lagi. Dia juga tidak mengundang-ngundang lagi," katanya.
Meski ada kecurigaan, Sudarsih mengungkapkan, hubungan PV dengan warga sekitar masih cukup baik. PV masih sempat bertegur sapa dengan warga. Tetapi kondisi itu berubah sekitar tiga tahun lalu.
"Jadi agak tertutup. Lalu mulai banyak yang datang menginap ke rumahnya. Rata-rata bawa mobil. Menginapnya bisa berhari-hari. Tapi dia tidak pernah lapor," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/anak-eks-gafatar_20160123_104416.jpg)