Berita Video Tribun Lampung
(VIDEO) Sesi Foto Cewek Cantik Anggun Destiani dan Boneka Beruang Imut
Apalagi sampai dilakukan berlebih-lebihan. Sebab, peringatan ini pada dasarnya merupakan budaya barat, yang perlu ditelaah lagi manfaatnya.
Penulis: Ferika Okwa Romanto | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Ferika Okwa Romanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bagi muda mudi, hari Valentine adalah salah satu momen yang paling ditunggu. Khususnya, bagi mereka yang memiliki pasangan, perayaan ini menjadi waktu spesial untuk mengungkapkan rasa kasih sayang sepenuhnya.
Selain ungkapan kasih sayang kepada pasangan, perayaan yang diperingati tiap tanggal 14 Februari ini, lekat dengan berbagai simbol. Tapi umumnya, Valentine identik dengan segala sesuatu yang berbentuk hati (love) dan warna merah muda (pink).
Seiring perkembangannya, perayaan ini kemudian menuai pro dan kontra. Bagi yang setuju, mereka berpendapat kalau kasih sayang butuh dirayakan. Tapi tidak sedikit yang menolaknya. Mereka beralasan perayaan ini banyak mudaratnya dibanding manfaatnya.
Anggun Destiani berpendapat, hari kasih sayang tak perlu dirayakan. Apalagi sampai dilakukan berlebih-lebihan. Sebab, peringatan ini pada dasarnya merupakan budaya barat, yang perlu ditelaah lagi manfaatnya.
"Bagi saya, Valentine itu sebatas simbol pengingat. Kedatangannya sekadar mengingatkan kita betapa pentingnya rasa kasih sayang itu. Artinya, dalam merayakannya, tidak perlu berlebih-lebihan. Apalagi sampai terjerumus pada aktivitas negatif," kata Anggun.
Mau tahu obrolan lengkap bersama Anggun, baca Tribun Lampung Cetak edisi Minggu (14/2/2016).