Penertiban Kalijodo
Kalijodo Sudah seperti Kota Mati
Bau apek dan debu menyelimuti ruangan kafe di kawasan Kalijodo. Kondisi di dalam kafe juga tak kalah parah.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Bau apek dan debu menyelimuti ruangan kafe di kawasan Kalijodo. Kondisi di dalam kafe juga tak kalah parah. Hanya ada bangku dan beberapa meja berserakan.
Kondisi tersebut ditemukan pada kafe di bagian dalam gang Kalijodo. Di bangunan kafe yang tak berukuran besar tersebut, hanya sampah dan kepingan VCD musik yang tersisa.
Tak ada lagi tanda-tanda pemilik kafe di kawasan Kalijodo. Bahkan, tak ada satu orang pun yang beres-beres di tempat tersebut.
Sementara itu, di kafe-kafe bagian depan, tepatnya dekat bibir sungai, masih ada orang. Beberapa pemilik kafe terlihat berada di dalam. Mereka tampak mengemas barang-barangnya untuk segera angkat kaki dari kawasan prostitusi tersebut.
"Sekarang Kalijodo udah seperti kota mati," kata Apin (43), warga Kalijodo, Jakarta Utara, kepada Kompas.com, Senin (22/2/2016).
Apin bercerita, kondisi tersebut sudah mulai terasa sejak Operasi Pekat yang dilakukan petugas gabungan dari Polri dan TNI pada Sabtu (20/2/2016).
Para pemilik kafe berbondong-bondong meninggalkan kafenya dengan membawa serta barang-barang mereka.
Bukan hanya itu, para PSK malah lebih dulu pergi dari kawasan prostitusi tersebut. Mereka meninggalkan kawasan tersebut beberapa hari sebelum Operasi Pekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kalijodo_20160222_152743.jpg)