Di Sekolah Unggulan Lampung, Siswa yang Mau Praktik Komputer Harus Mengantre
"Saya juga mewakili 500-an siswa lain meminta supaya peralatan laboratorium produktif harus ditambah lebih banyak lagi," katanya
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SULUHSUBAN - Siswa kelas XII SMK Negeri Unggul Terpadu, Lampung Tengah (Lamteng), Herda Aprina mengatakan, fasilitas praktikum yang dimiliki sekolahnya saat ini masih sangat kurang.
Siswa asal Tanggamus itu mencontohkan, jumlah komputer masih minim. Sehingga saat praktikum komputer, siswa harus mengantre.
"Saya juga mewakili 500-an siswa lain meminta supaya peralatan laboratorium produktif harus ditambah lebih banyak lagi," katanya, Senin (22/2/2016).
Guru SMK Negeri Unggul Terpadu, Yulia Istalani mengatakan, saat ini, pihaknya akan fokus pada ujian nasional (UN), yang akan diselenggarakan beberapa bulan mendatang.
Terkait kekurangan sarana prasana, menurut Yulia, itu semua kebijakan pemerintah, untuk memberikan atau menambah alat-alat praktikum.
"Kami kan sebagai pelaksana. Jadi, kami hanya terima-terima sajalah," kata Yulia.
Meski begitu, Yulia mengakui, alat praktikum, bahan, serta buku di perpustakaan sekolah masih minim. Ia pun berharap pemerintah segera menambah sarana prasarana, yang menunjang keaktifan siswa dalam belajar.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lampung Hery Suliyanto mengatakan, pihaknya memberikan kebebasan kepada para donatur untuk membantu SMKN Unggul Terpadu.
"Kemarin itu, rencana sudah ada yang mau membantu sekolah tersebut, yakni dari Sampoerna Foundation. Kami sudah tawarkan ke mereka untuk bisa membantu. Kami ini saja masih menunggu jadwal untuk berkunjung bersama Sampoerna Foundation ke sekolah itu," kata Hery, Selasa (23/2/2016) malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/smkn-unggul-terpadu_20160223_232453.jpg)