Tentara Ini Jungkir Balik sambil Serukan Penolakan LGBT dan Narkoba

Aksi nyentrik Kopral Partika Subagyo Lelono, salah anggota Polisi Militer TNI AD, tepatnya di depan pintu gerbang Stadion Manahan Solo

Editor: soni
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
MENOLAK NARKOBA– Anggota Detasemen Polisi Militer IV/ Kopral Kepala (Cpm) Partika Subagyo Lelono (dua dari kiri) melakukan aksi di depan pintu masuk sisi selatan Stadion Manahan, Solo, Rabu (24/2/2016). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SOLO - Aksi nyentrik Kopral Partika Subagyo Lelono, salah anggota Polisi Militer TNI AD, tepatnya di depan pintu gerbang Stadion Manahan Solo, sukses menyedot animo para pengguna Jalan Adi Sucipto.

Sekitar pukul 14.30 Rabu (24/2/2016) siang, dirinya melakukan orasi dengan membawa sejumlah atribut seperti seragam tentara, bendera merah putih dan papan bertuliskan imbauan kepada TNI dan Polri untuk menjauhi Narkoba dan LGBT (Lesbian, Gay, Bisex, dan Transgender).

Dalam orasi singkatnya, tentara yang telah berusia 53 tahun tersebut menyatakan penolakan tegas terkait kasus Narkoba dan LGBT yang saat ini tengah menjadi trend setter dalam isu masyarakat luas.

Ia mengaku alasan melakukan aksi tersebut berawal dari sebuah berita yang menginformasikan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) telah melakukan sebuah penggrebekan di salah satu markas TNI di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Saya miris melihat kondisi aparat pengaman negara saat ini, bisa-bisanya markas mereka itu diobok-obok sama BNN,” ujarnya, sebagaimana dikutip Joglosemar.co.

"Ini sudah pasti mengindikasikan bahwa oknum kita telah tersandung kasus narkoba atau semacamnya," tambah dia.

"Maka dari itu saya mengaskan untuk memberikan ajakan kepada seluruh TNI dan Polri untuk jauh-jauh dari Narkoba maupun LGBT, kalau sampai sudah terkena salah satunya, habis sudah negara kita," ucap Kopral Subagyo.

Ia berorasi dengan mengajak sejumlah warga, pelajar, dan anggota Linmas yang lewat di depan stadion.

Mengatas namakan sebagai orang tua, anggota tentara asal Banyuwangi, Jatim itu mengimbau bukan hanya kepada tentara dan Polri saja namun juga kepada masyarakat, khususnya remaja dan anak-anak, jangan sampai tergoda dengan bujukan para oknum penyebar LGBT dan larangan untuk mencoba-coba menggunakan narkoba.

Tentara yang akan pensiun pada 2017 mendatang tersebut juga melakukan beberpa aksi nyentrik sehingga menarik perhatian orang-orang yaitu dengan berjungkir balik atau roll depan kurang lebih 100 meter mengelilingi air mancur depan stadion, kemudian menceburkan diri ke dalam kolam sedalam 1,5 meter. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved