Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Menunggu Lebih Dari 2 Jam

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sembilan trayek angkutan kota (Angkot) pada Senin (29/2) membuat banyak calon penumpang mengeluh.

Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sembilan trayek angkutan kota (Angkot) pada Senin (29/2) membuat banyak calon penumpang mengeluh. Pasalnya, tidak banyak dari mereka yang tahu kalau pada hari ini, angkot tidak beroperasi secara normal seperti biasa. Hal ini menyebabkan puluhan calon penumpang terlantar dan kebingungan lantaran tidak kunjung mendapatkan angkot untuk menuju tempat tujuan.

Penumpang terlantar akibat demo dapat dijumpai di kawasan Terminal Pasar Bawah. Puluhan penumpang baik dewasa, remaja, pelajar hingga pedagang jamu nampak memadati halte BRT yang ada di kawasan tersebut. Mereka adalah calon penumpang dengan tujuan Telukbetung, Sukabumi, Pahoman dan Sukarame. Mereka yang bosan menunggu akhirnya lebih memilih untuk meminta bantuan saudara untuk menjemput atau menerima tawaran jasa ojek yang tersedia di Terminal Pasar Bawah.

Salah satu di antara puluhan penumpang di Terminal Pasar Bawah tersebut adalah Yati. Warga Telukbetung yang membawa serta keponakannya yang baru berumur 2 tahun tersebut rencananya hendak pulang setelah mengambil perlengkapan rumah tangga pesanan pelanggannya di agen Pasar Bawah. Namun, ia urung pulang lantaran tidak ada angkot ataupun BRT yang bisa ia tumpangi sampai ke rumah.

"Ini habis ambil pesanan, tadi pagi sih masih ada (angkot). Saya turun di Moka, terus BRT juga masih ada pas tadi saya naik dari Moka ke Bambu Kuning. Tapi pas mau pulang ini nggak ada, katanya demo ya. Mau naik BRT juga nggak bisa lagi karena nggak jalan. Ini akhirnya minta jemput saudara aja," ujarnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Sofan Hafit. Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan tersebut juga tidak bisa segera sampai ke rumah lantaran angkot Tanjungkarang-Sukabumi yang biasa ia gunakan tidak beroperasi. Pelajar yang kini baru duduk di kelas X tersebut bahkan harus menunggu hingga dua jam dengan hasil nihil. Sebenarnya, saat itu ada satu armada BRT trayek Ir. Sutami-Tanjungkarang terparkir di halte, namun sang sopir memilih untuk memarkir kendaraannya di depan halte karena tidak mau ambil resiko jika tetap mengambil penumpang seperti biasanya.

"Ini mau pulang, tapi nggak ada angkot. Tadi saya dari Gedong Air terus sampai di SPBU Perintis suruh turun semua. Dari SPBU kesini (Pasar Bawah) jalan. Saya nunggu dari jam 11.00 tadi. Ini BRTnya nggak jalan karena sopirnya takut katanya. Ya minta jemput ajalah ini akhirnya. Biasanya kalau berangkat sianyar tapi pulangnya naik angkot," terang Sofan.

Diberitakan sebelumnya, kesembilan trayek angkot yakni angkot jurusan Rajabasa, Way Kandis, Sukarame, Garuntang, Sukabumi, Kemiling, Permata Biru, Ratulangi dan Sukaraja mengadakan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung terkait dengan kebijakan perubahan jalur trayek. Aksi unjuk rasa ini membuat angkot tidak beroperasi seperti biasa sehingga banyak penumpang yang terlantar. (cr1)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved