(VIDEO) Sasar Narkoba di Lapas Wanita Malah Ketemu Rokok dan Gunting

Razia kami ini mencari ada tidaknya napi yang menyimpan narkoba

Penulis: wakos reza gautama | Editor: taryono

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG-Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Lampung Giri Purbadi mengatakan, penggeledahan Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Bandar Lampung menyasar narkoba.

"Razia kami ini mencari ada tidaknya napi yang menyimpan narkoba," ujar dia, Senin (29/2/2016) malam. Ini dikarenakan, hampir 70 persen warga binaan lapas di Lampung adalah narapidana kasus narkoba.

Untuk itu, kata Giri, warga binaan harus bersih dari narkoba selama berada di dalam lapas.

Pada penggeledahan yang berlangsung Senin malam, aparat gabungan tidak menemukan narkoba. Petugas malah menyita barang-barang lainnya.

Seperti rokok, obat-obatan, makanan kemasan dan gunting. Khusus untuk obat-obatan, pihak lapas akan memeriksa apakah obat-obatan itu layak dikonsumsi oleh para narapidana.

Karena, kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Bandar Lampung Sri Astiana, obat-obatan itu bukan dari klinik lapas.

Sementara untuk rokok dan gunting, Astiana mengatakan, barang-barang itu dilarang ada di dalam lapas. Untuk makanan kemasan, menurut dia, disita karena jumlahnya melebihi ketentuan.

"Makanan kemasan dibolehkan tapi tidak terlalu banyak," ucapnya.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Lampung bersama polwan Polresta Bandar Lampung dan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menemukan gunting di salah satu blok Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Bandar Lampung.

Gunting ditemukan saat penggeledahan yang berlangsung pada Senin (29/2/2016) malam.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Bandar Lampung Sri Astiana menuturkan, gunting itu ditemukan dari narapidana wanita yang sedang hamil.

Menurut Astiana, narapidana itu menyimpan gunting karena masih percaya dengan mitos bahwa wanita hamil harus memegang gunting.

"Guntingnya kami sita karena tidak boleh ada senjata tajam di dalam lapas," ujar Astiana, Senin (29/2/2016) malam.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved