Pasutri Aniaya Anak Kandung

Herman HN Tak Kuasa Tahan Tangis: Anak Ini Harus Sekolah sampai Kapan Pun!

Semua biaya sekolah sampai tingkat apa pun akan ditanggung pemkot selama saya menjabat sebagai wali kota.

Herman HN Tak Kuasa Tahan Tangis: Anak Ini Harus Sekolah sampai Kapan Pun!
TRIBUN LAMPUNG/Dewi Anita
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN saat menjenguk bocah perempuan korban kekerasan orangtua, Rabu (2/3/2016). 

BANDAR LAMPUNG, TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kisah memilukan yang dialami N (11), bocah perempuan yang disiksa ayah tiri dan ibu kandungnya, mengundang simpati dari berbagai kalangan. Satu di antaranya yakni Wali Kota Bandar Lampung Herman HN yang menemui langsung N untuk memberikan dukungan moril dan materiil.

Herman HN sempat coba menahan linangan air matanya saat berbincang dengan bocah yang putus sekolah kala duduk di kelas III SD itu. Namun, ia pun akhirnya menangis ketika hendak meninggalkan kediaman bibi dari N, Sutinah.

N merupakan korban penganiayaan yang dilakukan orangtuanya sejak 2014 silam. Ia mengalami banyak penyiksaan dari kedua orangtuanya, Eko Wuryanto dan Sutriah. Antara lain, pisau panas yang ditempelkan di kemaluan lalu diolesi balsam; tangan patah karena dipelintir; kepala dipukul pakai kursi plastik hingga patah; dan gigi dicabut pakai tang.

Kasus ini terbongkar setelah N nekat kabur dari rumah pada Sabtu lalu. Setelah lompat ke jurang dan menyusuri sungai sepanjang 500 meter, N sempat pingsan di musala dekat tempat tinggalnya di Jalan Teuku Cik Di Tiro, Gang Melati I, Sumber Agung, Kemiling.

Warga setempat langsung membawanya ke rumah sakit. Sedangkan Sutinah, bibi N, melaporkan peristiwa yanag dialami keponakannya itu ke Polsek Tanjungkarang Barat. Polisi bergerak cepat dengan menangkap Eko di Gayam, Lampung Selatan, dan Sutriah di Talang Padang, Tanggamus. Setelah kedua ortunya ditangkap, N kini tinggal di rumah bibinya, Sutinah di Sumber Agung, Kemiling.

Herman HN datang menemui N di rumah Sutinah, Rabu (2/3). Herman berjanji akan menanggung sepenuhnya biaya sekolah N.

"Sekolah anak ini harus diteruskan. Semua biaya sekolah sampai tingkat apa pun akan ditanggung pemkot selama saya menjabat sebagai wali kota," kata Herman HN, di rumah bibi korban.

N akan disekolahkan di lokasi terdekat dari rumah yang ditinggalinya. "Sekolahnya yang dekat dari rumah. Untuk perlengkapan sekolah semua gratis diberikan dari dinas pendidikan," tegas Herman.

Orang nomor satu di Kota Tapis Berseri itu berbincang dengan N selama 10 menit. Herman merasa iba saat mendengar cerita pilu yang dialami N sejak 2014 lalu. Mata Herman pun terlihat berkaca-kaca.

Herman HN coba memberi dukungan moril kepada N. Ia menasihati N agar bersabar dan memaafkan orangtuanya, sekaligus mendoakannya. Selain itu, ia mengingatkan N untuk belajar dengan sungguh-sugguh. "Jangan lupa salat lima waktu, belajar ngaji, dan jangan takut lagi," kata Herman.

Halaman
12
Penulis: Dewi Anita
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved