Ekspor Udang Lampung Terancam

Rancangan undang-undang yang mengharuskan nelayan menjelaskan lokasi ikan ditangkap serta tipe kapal dan tipe jaring yang digunakannya.

Ekspor Udang Lampung Terancam
net
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Eksportir komoditas perikanan di Lampung harus segera berbenah. Sebab, negara pengimpor produk perikanan Indonesia bakal menerapkan peraturan yang semakin ketat. Salah satunya negara Amerika Serikat (AS) yang menjadi pasar utama ekspor komoditas perikanan Lampung.

Negara ini sedang menyiapkan rancangan undang-undang yang mengharuskan nelayan menjelaskan lokasi ikan ditangkap serta tipe kapal dan tipe jaring yang digunakannya. Bahkan nelayan diharuskan menjelaskan proses pengolahan yang dilakukan.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Setiato, sepanjang tahun 2015 ekspor produk perikanan di Lampung sebesar 27.458.146 kg dengan nilai 44.485.007,8 dolar AS. Sepanjang tahun ini pengekespor terbesar adalah PT Central Pertiwi Bahari. Perusahaan ini mengekspor 18.204.742,37 Kg udang beku dengan nilai 174.264.036 dolar.

Udang beku perusahaan ini paling banyak diekspor ke negara Amerika Serikat dengan jumlah 8.657.082,95 kg dengan nilai 72.951.435,18 dolar AS. Lalu di bulan Desember 2015, ekspor produk perikanan Lampung sebesar 2.396.876,75 kg dengan nilai 23.958.137,00 dolar. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan November 2015 yang tercatat sebesar 2.283.981,38 kg dengan nilai 21.836.638,80 dolar.

Mengingat pentingnya pasar AS ini, beberapa waktu lalu, gubernur Lampung bersama rombongan termasuk di dalamnya Kepala DKP Setiato mengunjungi Boston. Di negara ini tengah berlangsung Seafood Expo North America (SENA).

"Saat di Boston kita jadi tahu bahwa AS membutuhkan udang yang berukuran kecil. Selain itu, negara tersebut menginginkan udang yang berkualitas, dengan kandung kimia dan biologi tertentu. Nah, hal-hal ini akan kami sosialisasikan kepada pengusaha dan petambak udang. Agar produk kita bisa tetap laku di AS," ujar dia kepada Tribun, Senin (14/3) malam. Menurutnya, saat ini, DKP sedang menyusun strategi agar produk perikanan dari Lampung tetap bisa diterima pasar AS.

"Selain udang beku masih ada banyak produk perikanan yang diekspor. Diantaranya ada rajungan kaleng, rumput laut, canned crab meat, squid, crab, shrimp. Produk perikanan ini diekspor ke berbagai tujuan negara seperti Amerika, Inggris, Jerman, Jepang, dan lain-lain. Memang diantara semua negara ini Amerika adalah pengimpor terbesar," kata dia.

Berdasarkan Katalog BPS "Lampung Dalam Angka 2015", volume ekspor komoditas perikanan dari Lampung sejak 2012 terus turun. Catat saja, untuk udang beku. Pada tahun 2012, ekspor udang beku sebanyak 24.931 ton, lalu turun jadi 22.721 ton (2013), lalu turun lagi jadi 20.206 ton. Untuk ekspor ikan hidup, jika di tahun 2010-2012 masih ada. Namun sejak 2013 sudah tidak ada lagi ekspor ikan hidup. Begitu juga dengan ekspor rumput laut. jika pada tahun 2013 sempat ekspor 418 ton, di 2014 turun drastis jadi 157 ton. Karena jumlah ekspor menurun, nilai ekspor juga mengikut.(din/tna)

Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved