Penumpang: Lumayan Jalan-jalan Gratis di Pagi-pagi, Nggak Bayar Beneran

Maria (32), ibu satu orang anak, menaiki taksi Blue Bird untuk mengantarkan orang tuanya ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Editor: Reny Fitriani
KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES
Gabungan sopir taksi dan bajaj melakukan aksi demonstrasi di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (22/3/2016). Mereka menuntut pemerintah menutup angkutan umum berbasis online karena dianggap mematikan mata pencaharian mereka. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Imbas demo anarkis yang terjadi, Selasa (22/3), PT Blue Bird Tbk mengratiskan armadanya bagi para konsumen.

Hal ini langsung dimanfaatkan beberapa masyarakat untuk menaiki taksi yang identik dengan lambang burung biru itu.

Maria (32), ibu satu orang anak, menaiki taksi Blue Bird untuk mengantarkan orang tuanya ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Jalan dari rumahnya di Reni Jaya, Pamulang, Tangerang Selatan, dia bersama keluarganya tidak dipungut ongkos dari argo yang tertera di dekat dashboard taksi itu.

Namun, dia tetap memberikan tips kepada pengemudi karena dengan suka rela mengantarkan keluarganya ke Bandara Soekarno Hatta dengan gratis. Karena memang perjalanan menuju bandara dilakukan sejak subuh.

"Buat yang hari ini mau jalan-jalan keliling Jakarta naik taksi blue bird monggo loh karena beneran gratis. Dia tetap pasang argo paling ngasih tip aja. Hahahaha. Pagi-pagi indah udah jalan-jalan gratis naik taksi ni," kata Maria saat dihubungi Warta Kota, Tangerang Selatan, Rabu (23/3).

Biasanya kalau dari rumahnya menuju Bandara bisa menghabiskan biaya hampir Rp 200.000. Namun, kini dia bernafas lega karena hanya memberikan tips sebesar Rp 20.000 kepada pengemudi. Dia memesan taksi blue bird dengan cara menelpon pool taksi terdekat.

"Lumayan jalan-jalan gratis di pagi-pagi. Nggak bayar beneran," tuturnya.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved