Inilah Polwan Australia yang Satu-satunya Berkemeja Tangan Panjang dan Berhijab
Zen Mohamad Kassim masih ingat jelas hari pertama pelatihannya dengan Kepolisian Australia Barat pada tahun 2008.
"Mereka tinggal dalam pengasingan; mereka takut memberitahu seseorang dan membantu polisi, dan mereka tidak tahu kemana harus pergi dan harus melakukan apa,” katanya.
Senior Constable Kassim mengatakan dia yakin tugas menjangkau komunitas multikultur yang dilakukannya akan membuat perbedaan.
"Ada lebih banyak wanita dari komunitas pendatang yang membuka pintu dan mulai melaporkan insiden KDRT yang dialaminya,” katanya.
Tapi dia mengatakan polisi juga perlu terus merekrut lebih banyak orang dari latar belakang yang beragam seperti dirinya.
"Jika Kepolisian Australia Barat tidak merekrut lebih banyak petugas dengan latar belakang yang beragam saya dapat melihat ini akan menjadi bencana,” katanya.
"Jika terjadi insiden yang melibatkan seseorang dengan latar belakang pendatang, setidaknya kita memiliki polisi dengan latar belakang itu akan lebih mudah bagi kita untuk menyelesaikan masalah itu,”
"Kita bisa lebih peka secara budaya karena kita tahu kebudayaan dan agama itu.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/zen-mohammad-kassim_20160326_214554.jpg)