(VIDEO) Eko Meracik Paket Sabu Bersama Kekasihnya di Hotel

Karena curiga kami geledah dan ditemukan sabu-sabu berbagai paket di kantong celananya

Penulis: wakos reza gautama | Editor: taryono

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG-Kapolsek Tanjungkarang Barat Komisaris Heru Adrian mengatakan, tertangkapnya sejoli Eko dan Nila bermula dari razia rutin di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gedong Air. Ketika menggelar razia, polisi melihat seorang dengan gerak gerik mencurigakan.

Orang tersebut adalah Eko. "Karena curiga kami geledah dan ditemukan sabu-sabu berbagai paket di kantong celananya," ujar Heru. Heru menerangkan, Eko ternyata hendak mengantarkan paket-paket sabu itu kepada pemesan.

Hasil pemeriksaan, Eko mengaku habis mengonsumsi sabu di sebuah hotel di daerah Telukbetung. Menurut Heru, Eko juga mengakui bahwa di hotel itu tempat dia meracik paket sabu bersama kekasihnya, Nila.

Berdasarkan keterangan Eko, polisi mengembangkan kasus tersebut dengan menggeledah salah satu kamar hotel. Penggeledahan dilakukan untuk mencari ada tidaknya barang bukti narkoba lainnya di dalam kamar.

Pada saat menggeledah kamar hotel tempat Eko menginap, datang Nila. Heru mengutarakan, petugas pun ikut menggeledah Nila. Heru mengatakan, petugas menemukan plastik bening berisi sisa sabu dari tangan Nila.

"Kami juga temukan alat hisap sabu dari Nila," kata Heru. Polisi pun menggelandang Nila ke kantor Polsek Tanjungkarang Barat. Heru menerangkan, Eko mendapatkan barang haram itu dari seorang bandar berinisial Iw.

"Bandarnya masih kami cari," ucap dia. Mengenai keterlibatan Nila dalam jaringan narkoba, Heru mengatakan, petugas masih mendalaminya.

Eko dan Nila, pasangan kekasih yang ditangkap Polsek Tanjungkarang Barat, mengaku baru sekali menggunakan sabu bersama. Keduanya mengisap kristal haram itu di sebuah hotel di daerah Telukbetung.

"Kami baru sekali ini pakai sabu bersama," ujar Eko kepada wartawan, Selasa (29/3/2016). Eko mengatakan, ia membeli sabu dari bandar berinisial Iw. Sabu itu lalu ia bawa ke hotel. Di hotel, Eko kemudian memecah sabu menjadi paket-paket.

Ada pake besar, paket sedang dan paket kecil. Eko mengatakan, memecahkan paket sabu itu bersama Nila. Sisa sabunya lalu mereka pakai bersama. Usai menggunakan sabu, Eko pergi dari hotel hendak mengantarkan sabu ke para pemesan.

Belum sempat mengantarkan sabu ke pemesan, Eko tertangkap aparat Polsek Tanjungkarang Barat yang sedang razia. Eko mengatakan, satu paket sabu biasa dijual seharga Rp 1,3 juta. "Saya belinya Rp 1,1 juta. Dapat untung Rp 200 ribu," terang Eko.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved