Orang Gila di Kotabumi Bikin Resah, dari Curi Dagangan Hingga Memperlihatkan Kemaluan

"Membuat takut para ibu-ibu dan anak-anak, ini sudah sangat menganggu,”

Tayang:
Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Anung
Salah satu orang gila di Kotabumi. Keberadaan mereka dikeluhkan oleh warga. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Sejumlah warga di Kotabumi, mengeluhkan maraknya orang gila (orgil) atau orang yang mengalami gangguan kejiwaan yang berkeliaran di Kotabumi. Hal tersebut terlihat dalam 1 bulan terakhir ini bahkan ada dugaan para orgil tersebuat buangan dari daerah luar Kotabumi.

Menurut salah seorang warga Kotabumi, Yani (32) warga Jalan Alamsyah Ratuperwirangera, Kotabumi Selatan mengatakan, banyaknya orang stres atau orang gila dalam 1 bulan terakhir ini, terutama sering terlihat berada di Kotabumi, membuat warga resah.

“Orang gila atau stres itu kadang mencuri dagangan warga, ada juga yang membuat takut para ibu-ibu dan anak-anak, ini sudah sangat menganggu,” kata dia, Senin (4/4/2016).

Dia juga menambahkan, untuk saat ini dapat kita lihat orang gila atau orang stres tersebut selalu bertambah di Kalianda, tetapi mereka orang gila tersebut bukan warga Kotabumi atau warga Lampung Utara.
Oleh karenanya Ia meminta pada pihak terkait agar menertibkan dengan segera para orang gila tersebut.

“Keberadaan mereka ini sangat menggangu dan meresahkan warga. Sudah selayaknya ditertibkan oleh pihak terkait. Apalagi sering ada orang gila yang memperlihatkan kemaluannya,” ujarnya.

Senada diungkapkan Junadi (32) warga jalan Sudirman Kotabumi, selain orang gila, di Kotabumi juga marak pengemis. Ia menduga mengemis cara tersebut adalah pekerjaan yang cepat menghasilkan uang.

Apalagi mereka tidak memiliki keterampilan serta pendidikan yang memadai, sehingga memilih menjadi pengemis yang cepat untuk mendapatkan uang. "Apalagi di depan alfamart dan Indomaret banyak anak kecil yang sudah minta-minta," keluhnya.

“Kita berharap pemerintah bisa menertibkan, orang gila dan pengemis, agar warga tidak merasa terganggu keamanan dan kenyamanannya dalam beraktifitas, apalagi jika di pasar,”harapnya. (ang)‎

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved