Headline News Hari Ini

Tanam Investasi 30 Juta Dolar AS, LDC Bangun Pabrik Biodiesel di Lampung

Menurut President Director and CEO LDC Indonesia, Imran Nasrullah, Lampung memiliki letak yang strategis dan memiliki sumber daya alam berupa kelapa

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Ridwan Hardiansyah
TRIBUN LAMPUNG/Jelita Dini Kinanti
Louis Dreyfus Company (LDC) meresmikan pabrik biodiesel di Indonesia, tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung, Rabu (6/4/2016). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rabu (6/4/2016), Louis Dreyfus Company (LDC), perusahaan kelas dunia, secara resmi membuka pabrik biodiesel pertamanya di Lampung dan di Indonesia.

Menariknya, pabrik tersebut merupakan pabrik pertama milik LDC di Asia dan kelima di dunia setelah Argetina, Jerman, dan Amerika Serikat.

Nilai investasi pabrik ini mencapai 30 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut President Director and CEO LDC Indonesia, Imran Nasrullah, Lampung memiliki letak yang strategis dan memiliki sumber daya alam berupa kelapa sawit yang cukup besar.

Sekitar 50 persen-70 persen kebutuhan palm oil pabrik biodiesel LDC dipasok dari Lampung. Sisanya, dipasok dari Kalimantan Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan. Karena, produksi di Lampung masih kurang.

PT LDC Indonesia Biodiesel Plant terletak berdekatan dengan kilang sawit terintegrasi milik LDC di Lampung, yang telah beroperasi sejak 2014. Dua kompleks tersebut melingkupi lahan seluas 15.000 meter persegi, dengan memperkerjakan lebih dari 100 karyawan, yang mayoritas dari Lampung.

Kapasitas produksi tahunan pabrik mencapai 420.000 ton Palm Methyl Ester (PME) dan 50.000 ton glycerin mentah, dengan menggunakan produk sawit dari kilang minyak di sekitar kawasan pabrik, dengan memanfaatkan teknologi trasesterifikasi kelas dunia.

"Peresmian pabrik biodiesel kami ini adalah sebuah respons yang tepat sebagaimana mandat pencampuran biodiesel di Indonesia yang akan diterapkan tahun ini. Dengan kedalaman pengetahuan teknis yang kami miliki, dan ditunjang dengan penelitian serta kemampuan uji kualitas yang mumpuni, kami sudah sangat siap untuk memproduksi palm methyl esther (PME) berstandar tinggi, untuk memasok permintaan domestik yang makin meningkat melalui pelanggan strategis," beber Imran.

Diteruskan dia, pabrik tersebut mengoperasikan fasilitas penimbunan dan pelabuhan dengan kapasitas 107.000 ton, dan mengoperasikan enam jalur pipa yang mampu memompa produk dari kilang minyak dan pabrik biodiesel, pada volume 350 ton per jam. Hal itu makin menguatkan LDC dalam memenuhi kebutuhan pasar ekspor internasional.

Baca Selengkapnya di TRIBUN LAMPUNG CETAK Edisi Hari Ini, Kamis, 7 April 2016.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved