Benarkah Hubungannya dengan Ahok Renggang? Ini Jawaban Djarot Saiful Hidayat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebut hubungannya dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Benarkah Hubungannya dengan Ahok Renggang? Ini Jawaban Djarot Saiful Hidayat
Kompas.com/Alsadad Rudi
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) dan wakilnya, Djarot Saiful HidayatPertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2014. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebut hubungannya dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hingga kini masih terjalin baik.

Ia menampik hubungannya dengan Ahok mulai renggang belakangan ini.

"Enggaklah, ngapain? Kalau seumpama itu kita kasih masukan, kan boleh," kata Djarot, di Balai Kota, Senin (18/4/2016).

Bahkan Djarot menyebut dirinya dan Ahok merupakan suatu kesatuan.

Selain itu, dia menegaskan akan mendampingi dan mengawal pemerintahan Ahok hingga berakhir pada 2017 nanti.

"Jangan sampai terpecah yang kita fokuskan itu pelayanan kepada masyarakat itu lho. Hubungan kita sangat baik lho, dari dulu sangat baik," kata mantan Wali Kota Blitar itu.

Djarot sebelumnya beberapa kali melempar sindiran halus kepada Ahok. Terkait polemik reklamasi pantai utara Jakarta, Djarot berpendapat bahwa reklamasi bisa merusak lingkungan dan ekosistem.

Hal ini berbeda dengan pendapat Ahok yang menyebut reklamasi diperlukan.

"Coba kamu amatin pengaruhnya pada manggrove. Tanya saja pada ahli lingkungan hidup, ada enggak dampaknya (reklamasi) pada hutan manggrove," kata Djarot seusai meninjau proyek reklamasi Pulau D, di Teluk Jakarta, Selasa lalu.

Kemudian, terkait pengaduan masyarakat melalui aplikasi Qlue. Djarot menyebut, kebijakan Ahok yang mewajibkan RT/RW menyampaikan pengaduan melalui Qlue itu memberatkan.

Selain itu, Djarot mengkritik keberadaan pekerja penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) yang turun hingga ke permukiman warga.

Menurut Djarot, para pasukan oranye itu bisa mematikan budaya kerja bakti yang ada di warga.

"Budaya kerja bakti jangan sampai hilang. Hati-hati, PPSU tuh bisa mematikan gotong-royong lho," kata Djarot.

Djarot mengatakan, keberadaan PPSU membuat warga semakin menjadi ketergantungan dan manja. Seharusnya, kata dia, PPSU hanya bersifat membantu warga.

Ia juga meminta tanggung jawab kebersihan lingkungan tidak diserahkan kepada PPSU, tetapi kepada warga.

Editor: soni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved