Pelaku Mutilasi Tertangkap
"Adik Saya yang Menghidupi Keluarga Besar Dibunuh dan Dimutilasi Segampang Itu"
Keluarga Nur Atikah (34) masih diselimuti kesedihan dan kemarahan mendalam.
Sepulangnya dari Arab Saudi, Nur sempat menganggur selama kurang lebih setahun, sebelum akhirnya bekerja di Rumah Makan Gumarang.
Kakak Ipar Nur Atikah, Sanen juga sempat menceritakan nasib tragis yang dialami adiknya.
Saat pemberitaan tentang kasus mutilasi Nur Atikah (34) merebak, keluarga Nur awalnya tidak mengetahui bahwa korbannya adalah ibu beranak dua itu.
"Awalnya kami nggak curiga sama sekali kalau korbannya Nur. Kami baru tahu saat polisi meminta izin kepada kami untuk memeriksa DNA Erti (15), anak pertama Nur, " kata Sanen.
Saat DNA Erti hendak diperiksa, kata Sanen, ia masih belum menyadari bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencocokkan DNA Erti dengan ibunya yang sudah tewas tanpa tangan dan kaki tersebut.
"Awalnya keluarga cuma kasih tahu Erti kalau DNA mau diperiksa polisi. Saat ditanya buat apa DNA diperiksa, polisi belum mau menjelaskan. Setelah DNA diperiksa dan hasilnya cocok dengan Nur, barulah polisi kasih tahu kalau korban mutilasi di Tangerang itu adalah Nur, " kata Sanen.
Saat mendengar kenyataan tersebut, lutut Sanen sekeluarga pun langsung lemas. "Kami benar-benar nggak nyangka. Yang bunuh itu betul-betul jahat sekali. Biadab," kata Sanen geram.
Keluarga Ikhlas
Sanen juga berharap kepada pihak kepolisian agar jasad Nur segera dipulangkan. Rencananya jenazah Nur akan dimakamkan di Malimping, Lebak, Banten.
"Kami sudah sangat menunggu jenazah Nur bisa segera dipulangkan. Rencananya nanti mau dimakamkan di Malimping. Kami berharap polisi segera memulangkan jenazah Nur, " kata Sanen.
Sanen menuturkan, kepergian Nur yang amat tragis hingga kini masih membuat pihak keluarga syok berat, terutama kedua anak perempuan Nur.
"Anaknya almarhumah ada dua. Yang pertama namanya Erti (15), yang kedua namanya Elsa (11). Mereka masih sedih sekali begitu tahu ibu mereka meninggal dimutilasi, " kata Sanen.
Keluarga pun mengaku sudah mengikhlaskan kepergian Nur. "Sudah ikhlas. Tapi tolong jenazahnya segera dipulangkan. Biar almarhumah juga bisa tenang," kata Sanen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/nur-atikah-30_20160422_154626.jpg)