Pemuda Tanpa Lengan dan Lumpuh dari Leher ke Bawah Mendapat Hidayah Bencana Gempa
Rangkaian peristiwa alam itu di sisi lain telah menyelamatkan Amir dari neraka hidup sehari-hari.
Amir adalah satu-satunya orang di Nepal yang diketahui menderita arthrogryposis multiplex congenita. Kini dia belajar di sekolah SERC, sekolah khusus untuk anak berkebutuhan khusus di Kathmandu, dan tinggal di sebuah hostel dengan jarak tempuh menggunakan bus selama 15 menit.
Saat ke sekolah, Amir didampingi ibu atau neneknya.
Dia belajar bahasa Inggris dan komputer dengan harapan di masa depan bisa menggunakan laptop. Tapi dia cukup bahagia dengan sikat atau pena di mulutnya.
Saat anak-anak bernyanyi Twinkle Twinkle Little Star di kelas, Amir bekerja dengan lukisannya di taman bermain di luar kelas, berbaring pada perutnya. Dia melukis bunga warna-warni, bendera Nepal dan kenangan gempa.
"Ketika itu terjadi semua orang mengatakan: 'Kita semua akan mati jadi mari kita pesta.' Tapi kami tidak punya uang dan kami tidak bisa. Saya sangat khawatir terhadap adik saya karena lengannya, tapi sekarang dia baik-baik saja," ungkap Amir.
Amir adalah satu dari ratusan anak-anak korban gempa yang dibantu oleh Karuna Foundation. (mirror)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/amir-bomjan_20160424_100209.jpg)