Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Diskusi Lampung Profesional Bahas Krisis Listrik

PT Perusahaan Listrik Negara Distribusi Lampung memastikan kondisi kelistrikan segera membaik.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PT Perusahaan Listrik Negara Distribusi Lampung memastikan kondisi kelistrikan segera membaik. Hal itu menyusul rencana pemasangan mobile power plant berkapasitas 100 MW di Tarahan pada Agustus 2016 mendatang.

General Manager PT PLN Distribusi Lampung M Irwansyah Putra mengatakan, saat ini mobile power plant tersebut sudah ada di Singapura, dan tinggal menunggu proses administrasi di Bea Cukai.

"Jadi tinggal tunggu perizinan, seperti amdal dan lainnya. Mudah-mudahan dengan masuknya 160 MW sudah bisa meng-cover keandalan PLTU Sebalang nantinya," terang Irwansyah dalam diskusi Lampung Profesional yang digelar Tribun Lampung di The 7th Hotel, Bandar Lampung, Senin (25/4). Diskusi kali ini mengambil tema Listrik Biarpet, Apa Solusinya?

Lebih lanjut, Irwansyah menambahkan, mobile power plant diperkirakan mulai beroperasi pada akhir Agustus. Ia pun berharap pada bulan Ramadan mendatang tidak terjadi lagi biarpet.

Di sisi lain, PLN juga mengantisipasi gangguan kelistrikan dengan berencana membangun line 2 (Menggala-Seputih Banyak). Sementara saat ini hanya ada transmisi dari line 1, yakni Bukit Kemuning-Baturaja. Sehingga jika ada gangguan akan memengaruhi kondisi kelistrikan di Lampung.

"Jadi untuk mengatasi persoalan itu, akan dibantu dari dua sisi. Mudah-mudahan dengan diskusi ini kami mendapat banyak masukan dan ditemukan solusi apa yang harus dilakukan ke depan sehingga kelistrikan di Lampung bisa lebih baik lagi," imbuhnya.

Irwansyah menerangkan, kondisi kelistrikan di Lampung pada beban puncak rata-rata mencapai 860 MW. Menurut dia, dalam kondisi normal, daya pembangkit Lampung dan transfer dari Sumatera Selatan sebenarnya mencukupi kebutuhan.

"Namun, belum optimal. Seperti belum berjalannya PLTU Sebalang 2 x 100 MW. Sehingga membuat kondisi kelistrikan di Lampung defisit," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved