4 Warga Kotabumi Terserang Flu Singapura, Ini Gejala dan Cara Penanganannya
Hasil peninjauan tim surveilance, mengindikasikan empat dari enam orang warga dinyatakan positif terkena virus Flu Singapura.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Adanya dugaan wabah Flu Singapura yang menimpa warga Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), Puskesmas Kotabumi I langsung melakukan pemeriksaan.
Hasil peninjauan tim surveilance, mengindikasikan empat dari enam orang warga dinyatakan positif terkena virus Flu Singapura.
"Kami sudah cek dan lihat dari enam orang, empat orang positif terkena Flu Singapura," kata Ketua Tim Surveilance Puskesmas Kotabumi I, Askurniati, Selasa (26/4/2016).
Hal itu ditunjukkan dengan gejala demam lalu mengalami flu. Dua hari kemudian, timbul sariawan.
Untuk balita, mereka tidak ingin minum dan menyusu. Lalu, timbul bercak merah di tangan dan kaki.
Kebanyakan pasien Flu Singapura, lanjut Askurniati, adalah balita usia tujuh tahun ke bawah. Untuk itu, pihaknya mengimbau warga, terutama orangtua yang memiliki balita, agar menjaga kebersihan lingkungan rumah.
Untuk mengatasi Flu Singapura, kata Askurniati, balita yang terkena virus flu tersebut, harus diberikan banyak minum agar tidak dehidrasi. Kemudian, anak harus makan terus menerus, supaya badan tetap kuat, atau diganti dengan perbanyak asupan vitamin.
"Dari keempat pasien yang terkena Flu Singapura, masih belum bisa kami pastikan parah atau tidaknya. Karena, mereka ini ada yang sudah masuk fase penyembuhan, dan ada yang baru menunjukkan gejala saja," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di Kelurahan Cempedak, Kotabumi, Lampura diduga mengalami Flu Singapura.
Seperti dialami Candrika Ramadani (10 bulan), anak pasangan dari Nurcahyani (32) dan Heroni.
Awalnya, Nurcahyani menerangkan, putrinya mengeluarkan bintik-bintik warna kemerahan di paha.
"Awalnya, saya mengira anak saya kena cacar api. Tapi lama-kelamaan, bintik itu menyebar," ujar dia, Senin (25/4/2016).
Bintik tersebut kemudian menyebar ke bagian dada dan ketiak.
"Saat panas ditambah dengan gatal, Candrika selalu menangis," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-flu_20160125_145443.jpg)