Salat Jumat Bubar Gara-gara Serangan Bom

Serangan itu menewaskan dua dokter dan juga anak-anak.

Editor: taryono
Kompas.com
Peta Suriah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, ALEPPO -Serangan udara kembali menghantam wilayah Aleppo, Suriah dan lagi-lagi mengancurkan sebuah klinik, Jumat (29/4/2016).

Pengeboman yang juga membubarkan ibadah salat Jumat ini, dilakukan hanya beberapa hari setelah serangan serupa yang menghancurkan sebuah rumah sakit. Serangan itu menewaskan dua dokter dan juga anak-anak.

Kecaman pun bermunculan. Salah satunya dari Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura yang menyebut serangan ke RS tersebut sebagai bencana kemanusiaan.

Lebih dari 200 warga sipil di Aleppo tewas dalam beberapa minggu terakhir, menyusul kontak senjata antara pasukan rezim dan pemberontak di Suriah.

Seorang perawat sedang menangani sejumlah pasien yang terluka, ketika sedangan udara terjadi di kampung Al-Marja yang diduduki para pemberontak. Demikian diterangkan seorang saksi mata, seperti dikutip dari Kantor Berita AFP.

Klinik yang hancur itu selama lima tahun terakhir dipakai untuk perawatan gigi dan penyakit kronis.

Juru foto AFP yang berada di dekat lokasi penyerangan mengaku mendengar lusinan kali suara ledakan, yang diikuti dengan raungan sirene ambulans.

"Pesawat-pesawat itu tak berhenti menembak, dan mereka tidak membiarkan kami bisa tidur tenang," kata seorang warga di distrik Bustan al-Qasr.

"Bumi benar-benar berguncang, dan kami merasakannya dari pijakan kaki," ungkap dia.

Dilaporkan, setidaknya ada dua korban tewas dalam serangan terakhir ini. Salah satunya adalah anak-anak. Informasi itu diungkapkan pihak the Syrian Observatory for Human Rights.

Para pemberontak pun melepaskan tembaka roket dan artileri ke wilayah pendudukan pasukan rezim, dan menewaskan tiga orang di sana. Para korban tewas saat baru kembali dari melaksanakan ibadah shalat Jumat.

Sementara di wilayah pendudukan para pemberontak, ibadah Shalat Jumat dibatalkan karena adanya serangan udara tersebut.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved