Berita Video Tribun Lampung
(VIDEO) Kapolres: Penggunaan Senjata Api Ada Prosedurnya
Dedi membenarkan adanya insiden tersebut, namun dirinya belum bisa menerangkan ihwal peristiwa yang menimpa Arnol.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Mendengar adanya warga yang diduga menjadi korban penembakan aparat, Kepala Kepolisian Resort Lampung Utara Ajun Komisaris Dedi Supriyadi langsung meninjau korban di RSU Ryacudu Kotabumi, Selasa (17/5) dini hari.
Menurut pantauan Tribunlampung.co.id, Kapolres datang bersama dengan Wakapolres Lampura Kompol Welly Gunawan, Kasat Reskrim Polres Lampura AKP Supriyanto Husin, beserta anggota dan jajaran.
Bahkan, terlihat dua orang anggota dari Provost, Polres Lampura datang ke RSU Ryacudu, dengan seorang diantaranya membawa senjata api Laras panjang. Saat itu, Kapolres menanyakan soal Arnol, dan meminta petugas medis setempat, dapat memberikan pengobatan.
Dedi membenarkan adanya insiden tersebut, namun dirinya belum bisa menerangkan ihwal peristiwa yang menimpa Arnol. "Yang jelas untuk penggunaan senjata api ada prosedurnya," jelas dia singkat.
Ketika disinggung, siapa oknum polisi yang melakukan penembakan, dirinya hanya menyebutkan berinisial B, dan bertugas di Polres Lampung Utara.
Oknum Polisi diduga melakukan tindakan brutal, dengan menembak seorang warga, yang diketahui bernama Arnol (35) warga kelurahan Kotabumi Udik, Kotabumi, Lampung Utara, Senin (16/5) sekitar pukul10.40 WIB.
Oknum aparat baju coklat, yang diketahui berinisal B, di Polres Lampung Utara memuntahkan pelurunya kearah, Tri Sanjaya(28) Warga Desa Mulangmaya, Idham Hamsyah(30) dan Arnol(35) warga Muarajaya Kelurahan Kotabumi Udik.
Kejadian, terang Idham berawal ketiganya bertemu di rumah Oskar di Rejosari, Kotabumi Selatan, sekitar pukul 22.15 WIB. Saat itu, mereka sempat terjadi cekcok mulut, yang berujung pada penembakan. "B itu menembak sebanyak 3 kali. Pertama moncong senapannya kearah atas, kali kedua dan ketiga kalinya mengarah kami," ujarnya.
Kali ketiganya, rekannya Arnol terkena muntahan timah panas, dari senjata milik B. "Saya dan rekan lainnya bawa Arnol ke rumah sakit pakai sepeda motor," ujar dia. (ang)