Gara-gara Bilang Ini, Sandiaga Uno Kena Bully Netizen

Padahal, dia mengaku tengah berpikir untuk menjadikan Ancol bisa diakses semua kalangan, termasuk rakyat miskin kota.

Tribunnews
Bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berkomunikasi dengan warga Bukit Duri, Jakarta, Rabu (18/5/2016). Sandiaga terus mengunjungi warga Jakarta untuk bersosialisasi dan memperkenalkan diri serta mendengarkan curhatan dan masukan dari para warga. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengaku dirundung (bully), ketika menyebut Jakarta satu-satunya kota di dunia yang tak memiliki pantai publik.

"Jakarta satu-satunya kota di dunia yang tidak punya pantai publik. Saya ngomong kemarin, di-bully habis-habisan di media sosial," kata Sandiaga saat penyampaian visi misi di DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Sabtu (21/5/2016).

Padahal, dia mengaku tengah berpikir untuk menjadikan Ancol bisa diakses semua kalangan, termasuk rakyat miskin kota.

Akses tersebut harus gratis, dan pengunjung hanya membayar tarif parkir.

"Sekarang, mereka (masyarakat miskin) untuk masuk ke Ancol sudah mahal. Saya lagi pikirkan bagaimana pantai publik jadi tempat rekreasi ke depan, bukan menengah ke atas, tetapi menengah ke bawah," kata Sandiaga.

Saat ini, Sandiaga tengah menjalani tes wawancara dengan DPD Partai Demokrat DKI Jakarta.

Tes itu harus dilewati Sandiaga sebagai salah satu syarat, agar bisa dipilih Demokrat sebagai calon gubernur.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved