Ini Tanggapan Sudirman Said tentang Temuan BPK Soal Solar Bersubsidi

Nggak gitu, ada selisih dari harga penjualan solar yang statusnya belum ditetapkan pemerintah

Ini Tanggapan Sudirman Said tentang Temuan BPK Soal Solar Bersubsidi
Kompas.com
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menanggapi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait selisih subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dianggap terlalu besar.

Menurut Sudirman Said, adanya perbendaang pandangan tentang fungsi dari kelebihan harga tersebut. Dalam temuan BPK ada selisih sebesar Rp 400 dalam harga eceran solar bersubsidi.

"Nggak gitu, ada selisih dari harga penjualan solar yang statusnya belum ditetapkan pemerintah. Apakah itu dianggap keuntungan pertamina atau pengurangan subsidi. Jadi bukan kemahalan," kata Sudirman, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (6/6/2016).

Sudirman Said menuturkan nantinya selisih harga solar digunakan untuk menutupi kekurangan subsidi jika harga minyak mentah sewaktu-waktu tinggi.

"Kalau harga kan kita jual atau pertamina menjual tidak persis sesuai harga keekonomian, Dengan maksud ada simpan-menyimpan. Simpanan dipakai paada waktu harga naik," ucap Sudirman.

Sebelumnya, dalam pemberitaan temuan BPK dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2015 yang disampaikan DPR, ada kelebihan subsidi BBM sebesar Rp 3,19 triliun yang diterima PT Pertamina (persero) pada 2015.

Besaran subsidi dolar yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 1.000. Menurut BPK harga ini tidak sesuai dengan selisih harga eceran solar yang dijual Pertamina.

Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved