Pamor Batu Akik Kian Meredup, Omzet Pedagang Turun Hingga 70 Persen

"Tahun lalu omzet per bulan mencapai puluhan juta rupiah, sekarang menurun drastis hingga hanya Rp1 juta,"

Editor: Reny Fitriani
kompas.com
Salah satu tempat pengrajin batu akik di Kebumen yang ternama adalah Badar Besi, yang terletak di Pasar Rabu, Kebumen, Jawa Tengah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PADANG, SUMATERA BARAT - Omzet pedagang batu akik di Pasar Raya Kota Padang turun 70 persen pada 2016 dibanding tahun sebelumnya karena masyarakat yang hobi batu akibat berkurang.

"Batu akik pada 2016 kurang diminati oleh kalangan umum," kata penjual sekaligus pengasah batu akik di Jalan Hiligo Gang Nusantara Bolding, Pasar Raya Padang, Arya Oktarian (19), Selasa.

Menurutnya, fenomena batu akik di daerah itu tidak lagi sesemarak 2015 karena dia mengamati setiap tahun setelah berjualan sejak kelas 3 SD hingga sekarang.

"Tahun lalu omzet per bulan mencapai puluhan juta rupiah, sekarang menurun drastis hingga hanya Rp1 juta," ujarnya.

Dia mengaku dulu pernah berjualan batu akik bersama ayahnya sampai ke Pekanbaru dan memperoleh penghasilan Rp200 juta sebulan.

Ia mengatakan, batu yang banyak peminatnya saat itu adalah batu akik Sungai Dareh, Bacan, dan Batu Gambar.

"Turunnya peminat sekarang ini berasal dari masyarakat umum," katanya.

Penghobi batu akik, Tamarudin (78), mengatakan tahun sekarang pecinta serta pembeli batu akik sudah jauh berkurang dari sebelumnya.

"Saya sudah 48 tahun hobi batu akik sampai sekarang, tapi tahun ini sangat sepi," kata Tamarudin sembari mengatakan turunnya minat kepada batu akik juga disebabkan faktor ekonomi.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved