Enjoy Lampung

Melongok Museum Nasional Ketransmigrasian, Ada Anjungan Rumah Adat Hingga Koleksi Perabotan

Anjungan rumah adat tersebut meliputi Anjungan Lampung, Suriname, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat.

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Ana
Anjungan Lampung di Museum Nasional Ketransmigrasian 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sudah menjadi rahasia umum bahwa Lampung adalah salah satu provinsi yang menjadi tujuan transmigrasi dari masyarakat-masyarakat berbagai daerah di luar Lampung.

Sehingga, penduduk provinsi berjuluk Bumi Ruwa Jurai ini beragam disamping penduduk dari suku asli Lampung itu sendiri.

Transmigran yang menuju Provinsi Lampung berasal dari berbagai daerah termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali dan lain-lain.

Jejak perjalanan transmigran tersebut lantas diabadikan dalam sebuah museum bernama Museum Nasional Ketransmigrasian yang berlokasi di Desa Bagelen Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Di museum yang tidak jauh dari Islamic Center Pesawaran ini, kita akan disuguhi beragam koleksi yang menandakan kehidupan juga kebiasaan masyarakat transmigran, termasuk perjalanan mereka saat menuju Lampung.

Kepala Seksi Pelayanan Museum Nasional Ketransmigrasian, Eko Sunu Prasetiya menjelaskan, sejumlah 11 anjungan rumah adat dibangun di area belakang museum yang sembilan diantaranya menggambarkan daerah asal masyarakat transmigran tersebut.

Anjungan rumah adat tersebut meliputi Anjungan Lampung, Suriname, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Banten dan Jawa Barat.

"Selain anjungan rumah adat, ada koleksi-koleksi lain seperti perabotan juga kendaraan yang dipakai masyarakat transmigran waktu itu," begitu katanya.

Keseluruhan koleksi tersebut tersimpan di gedung utama museum yang berlantai dua.

Koleksi-koleksi tersebut tertata rapi meski beberapa diantaranya masih ditata ala kadarnya mengingat museum ini masih memasuki tahun ke-enam dimana museum masih terus mengalami pengembangan.

Tribunlampung

Selain tergambar lewat anjungan rumah adat, perjalanan masyarakat transmigran juga bisa dilihat dari berbagai diorama yang ada di dalam gedung utama.

Seperti sebuah diorama yang menunjukkan kelompok masyarakat transmigran menuruni kapal dan baru saja sampai di pelabuhan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved