Perekrutan ISIS di Asia Tenggara Meningkat

keberhasilan ISIS di Asia Tenggara adalah kekuatan propagandanya yang licin dan keterampilan di dunia maya untuk merekrut

Tayang:
Editor: taryono
AFP Photo / Bulent Kilic
Ilustrasi 

Namun serangan-serangan yang diinspirasi ISIS kurang berdampak karena pelaku yang tidak berpengalaman dan kewaspadaan pasukan keamanan di Malaysia dan Indonesia. Selain itu, banyak militan Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan Jemaah Islamiyah yang terkait al-Qaida sedang dipenjara atau tidak setuju dengan ideologi dan taktik ISIS.

Bahkan serangan bom bunuh diri dan senjata pada 14 Januari di Jakarta dianggap amatir oleh para ahli dan dalam lingkaran militan.

Serangan granat dekat Kuala Lumpur bulan Juni lalu merupakan contoh kemampuan tingkat rendah ISIS di Malaysia, namun juga merupakan tanda-tanda pelatihan untuk mendapatkan dampak lebih besar di masa depan, ujar Badrul Hisham Ismail, analis dari Iman Research di Malaysia yang meneliti agama dan masyarakat.

"Ancaman meningkat karena ISIS telah menggeser fokus untuk membangun negara Islam di wilayah ini," ujarnya.

Perekrutan ISIS telah semakin agresif dan beberapa militan Malaysia telah bergabung dengan Abu Sayyaf di Filipina selatan, kata Badrul.

Sejumlah warga Indonesia juga diketahui telah bergabung dengan Abu Sayyaf, membuatnya berpotensi sebagai pusat jaringan militan di wilayah ini.

ISIS telah merilis video pada bulan Juni yang menunjukkan seorang warga Indonesia, seorang warga Malaysia dan seorang warga Filipina di Suriah yang mengakui pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, sebagai ketua ISIS Asia Tenggara.

Menurut Jones, Abu Sayyaf kemungkinan akan memasok militan-militan yang dapat melatih calon-calon jihadis Indonesia dalam pembuatan bom dan keterampilan lain. Sumber lain bisa jadi para militan Indonesia yang bebas secara bersyarat, yang mengikuti ISIS dalam penjara.

"Kemungkinan ada introspeksi dari para pemimpin Indonesia di Suriah mengenai bagaimana menjadi lebih efektif. Jawaban satu-satunya adalah pelatihan dan kepemimpinan dan pertanyaannya dari mana itu berasal," ujar Jones. (VOA)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved