Cuma Pakai Bra Saat Tersadar, Siswi SMP Ini Lari 10 Km untuk Selamatkan Diri

Saat ini, LS masih dirawat secara intensif di RS Ken Saras, Jalan Soekarno-Hatta, Bergas, Kabupaten Semarang.

net
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNGARAN - Siswi kelas IX sebuah SMP di Pringapus, Kabupaten Semarang, LS diduga mengalami pelecehan seksual serta penganiayaan oleh segerombolan pria, di pemancingan Jimbaran, Bandungan, belum lama ini.

Saat ini, LS masih dirawat secara intensif di RS Ken Saras, Jalan Soekarno-Hatta, Bergas, Kabupaten Semarang.

"LS kami rawat sejak Selasa (2/8/2016) lalu. Kondisinya saat ini berangsur pulih, tapi dia masih sering melamun saat kami ajak bincang-bincang," kata Humas RS Ken Saras, Elsih Listanti, kepada sejumlah wartawan, termasuk Tribun Jateng, Jumat (5/8/2016).

Berdasar rekam medis, Elsih memaparkan, LS menderita luka sobek di bibir, lebam pada bagian wajah, dan luka bekas cakaran di lengan sebelah kanan.

"Kami tidak berani mengatakan LS korban pelecehan seksual. Sebab, belum ada permintaan visum dari keluarga maupun kepolisian. Secara fisik, tak ada luka bekas kekerasan pada alat kelamin korban. Namun, kami belum berani cek organ intim bagian dalam," bebernya.

Kendati kondisi korban sudah berangsur membaik, sampai saat ini, dokter belum mengizinkannya pulang. Korban juga tidak mau ditemui orang lain, kecuali sang ibu dan petugas medis.

"Unit PPA Polres Semarang sudah datang ke sini (RS Ken Saras) menemui orangtua korban," ujar Elsih.

Berdasarkan keterangan sang ibu, kata Elsih, LS mulanya diajak teman pria ke pemancingan Jimbaran.

"LS diminumi air teh yang diduga sudah dicampuri obat penenang oleh pelaku, hingga akhirnya tak sadarkan diri," jelas Elsih.

Tak diketahui, berapa lama LS pingsan. Setelah sadarkan diri, ia kaget karena dalam kondisi setengah telanjang, hanya mengenakan bra, dan sendirian di tempat pemancingan.

"Dalam kondisi tersebut, LS berlari malam-malam dari Jimbaran hingga Klepu, yang berjarak sekira 10 kilometer. Ia bersembunyi di kandang sapi milik warga. LS ditemukan pemilik kandang, kemudian diantarkan ke RS Ken Saras," kata Elsih.

Dalam kesempatan terpisah, Kasat Reskrim Polres Semarang Ajun Komisaris Herman Sophian mengungkapkan, pihaknya sudah menerima laporan kasus penganiayaan siswi SMP oleh sekelompok pria.

"(Kasus itu) Masih kami selidiki. Dugaan sementara, pelaku penganiayaan lebih dari satu orang," ungkapnya.

Menanggapi unsur pelecehan seksual, Herman menyatakan, pihaknya belum bisa menetapkan tanpa bukti visum dari rumah sakit, atas permintaan orangtua. Berdasarkan keterangan orangtua korban kepada polisi, kata dia, korban merasa tidak sadarkan diri sesaat setelah minum di pemancingan Blater, Jimbaran.

"(Minuman itu) rasanya seperti teh, katanya, setelah itu korban merasa ada yang membopong," kata Herman.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved