Ibadah Haji 2016
Di Koper Calhaj Ini, Petugas Bandara Temukan 18 Kardus Obat Kuat
Obat-obat kuat itu selain berupa jamu bubuk juga kapsul. Di antara obat kuat itu, tertulis merek Wan Tang. Kardusnya bergambar harimau dan naga.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SURABAYA - Calon jemaah haji (calhaj) yang membawa barang bawaan tidak semestinya, ternyata masih ada.
Sebuah tas koper terlihat mencurigakan saat melalui X-Ray petugas Embarkasi Surabaya, Selasa (9/8/2016) sore. Setelah dibuka, betapa kagetnya petugas itu.
Tas koper itu atas nama Abdullah Salam, asal Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo, Pamekasan.
Petugas mendapati 18 kotak kardus berisi obat kuat. Di antara belasan kardus-kardus itu, ada juga jamu. Itulah yang kerap disebut ramuan Madura.
Bawaan aneh dan dilarang itu diselipkan di antara barang bawaan lainnya.
"Ya semacam obat kuat. Tidak tahu ini untuk apa," kata petugas pemeriksa dari Bea Cukai Juanda dan Avsec Bandara Juanda.
Obat-obat kuat itu selain berupa jamu bubuk juga kapsul. Di antara obat kuat itu, tertulis merek Wan Tang. Kardusnya bergambar harimau dan naga.
"Selain itu, kami juga menemukan rumput fatima," kata Sutarno, Sekertaris PPIH Embarkasi Surabaya.
Salam mengaku hanya dititipi oleh tetangga.
"Kami diminta bawakan jamu-jamu ini untuk mukiman di Makkah (warga yang menetap di Makkah)," kata Salam.
Manfaat dari obat-obat kuat itu tidak jelas. Panitia sebenarnya sudah melarang membawa bawaan aneh-aneh begitu. Barang-barang tersebut akan disita petugas. Sementara, calhaj tetap boleh berangkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/jamu_20160809_233208.jpg)