Berita Video Tribun Lampung
(VIDEO) Menikmati Keindahan Alam dari Atas Bukit PJR Pringsewu
Keberadaan bukit ini mulai booming sejak sebulan yang lalu. Ramainya orang yang hadir membuat masyarakat sekitar tertarik mengelolanya.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan C
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Jangan bilang pernah ke Pringsewu kalau belum meyaksikan ibu kota kabupaten berjuluk 'Seribu Bambu' ini dari ketinggian. Wilayah ini terlihat indah dengan dipercantik panorama bukit-bukit menghijau.
Kala malam, terihat kerlip lampu di pemukiman ibu kota Pringsewu yang merebak bak bintang di langit. Pemandangan ini dapat disaksikan dari Bukit PJR (Panjirejo). Letaknya di pekon Panjirejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.
Sehingga nama pekon melekat ke nama bukit itu. Untuk menemukan lokasi ini pun mudah, wisatawan dari arah Bandar Lampung dapat mengambil jalur jalan di simpang Buluk Karto. Maju sedikit dari tugu gajah mengangkat barbel.
Atau persimpangan sebelum jembatan Buluk, kekiri terus megikuti ruas jalan kabupaten yang beraspal. Sementara yang dari arah Tanggamus, bisa megambil ke kanan setelah jembatan atau seblum tugu gajah megangkat barbel.
Masuknya pun tidak jauh, hanya sejaran 2,5 KM pengunjung akan menemukan simpang tiga di Pekon Panjirejo, dapat ambil jalur ke kiri. Tidak jauh dari prsimpangan itu, Bukit PJR ada di sisi sebelah kanan.
Pemuda setempat, sudah pasti meyambut para pengunjung yang menyediakan lahan parkir. Bukit PJR ini memiliki ketinggian sekitar 1300 meter dari prmukan laut. Oleh krena itu, untuk mendapatkan view yang baik, pengunjung musti mendaki bukit tersebut.
Wajar saja bila menguras tenaga dan keringat, pasalnya jalan yang dititi selain setapak juga terjal. Kemiringannya mencapai 80 derajat. Tapi jangan khawatir, karena panitia telah meyiapkan rute tersebut dengan memangkas tanah menjadi brundak seperti anak tangga.
Bagi yang tidak terbiasa, wajar bila nafasnya tersengal-sengal. Serta mandi kringat. Namun jangan khawtir pengunjung kehabisan air untuk minum. Sebab, di sejumlah titik rute jalan terdapat warga yang menjual minuman mineral dan soft drink.
Setibanya di area pengunjung bisa menikmati pemandangan, pengunjung bisa melihat panorama bukit, dan pemukiman di perkotaan Pringsewu, serta sawah yang membentang. Tidak heran, bila para pengunjung selalu mengabadikan diri dengan latar keindahan alam itu, baik lewat camera HP maupun camera foto.
Kepala Pekon Panjirejo Wartoyo menuturkan bahwa keberadaan spot dengan pemandangan bagus di Bukit PJR ini awalnya diketahui dari pengembangan perumahan di sekitar kaki bukit. "Awalnya ada yang ingin bikin perumahan dengan ada tempat wisata, keliling-keliling mnemukan titik ini," ujarnya saat ditemui di bukit.
Saat itu dia tengah mendapingi Kadispenda Pringsewu Fauzi bersama jajaran meninjau lokasi tersebut. Fauzi menilai bukit PJR sebagai potensi yang luar biasa bagi pariwisata di Pringsewu. Selain itu, Fauzi menuturkan, bahwa ada potensi PAD dari wisata Bukit PJR ini. Seperti pengelolaan parkir.
Menurutnya juga memungkinkan membawa pihak ktiga untuk mempromosikan bukit PJR ini.Dia menuturkan bahwa Bukit PJR ini dapat menumbuhkan ekonomi msyarakat setempat. Yakni dengan banyaknya masyarakat yang berjualan dan peran warga serta pemuda dalam megelola parkir.
Bagi pengendara sepeda motor, jasa parkir yang ditarik masyarakat sebesar Rp 3000. Sesuai data panitia pegelola bukit ini, rekor terbanyak pengunjung pada Minggu (7/8) kemarin dengan jumlah 1611 orang.
Menurut Kepala Pekon Wartoyo, itu pun yang tercatat. Dia pastikan mencapai 2000-an orang pada saat itu. Sebab, tambah dia, ada pengunjung yang melalui rute jalan lain sehingga tidak tercatat. Sedangkan Senin (8/8) hingga sore tadi terdata 254 pengunjung yang hadir.
Pantauan Tribun Lampung, semakin sore jumlah pengunjung semakin banyak yang berdatangan. Kehadiran pengunjung ini dominan atas rasa penasaran dari kabar yang tersebar di medsos berkaitan Bukit PJR.
Mayoritas mereka yang datang dari kalangan remaja dan muda-mudi. Keberadaan bukit ini mulai booming sejak sebulan yang lalu. Ramainya orang yang hadir membuat masyarakat sekitar tertarik mengelolanya.