Polda Lampung Ringkus Komplotan Perompak yang Resahkan Nelayan
Hasilnya, petugas menangkap komplotan perompak yang selama ini meresahkan para nelayan.
Penulis: wakos reza gautama | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Menindaklanjuti adanya pemberitaan mengenai maraknya perompakan di perairan Lampung, Direktorat Polisi Perairan Polda Lampung langsung melakukan penyisiran.
Hasilnya, petugas menangkap komplotan perompak yang selama ini meresahkan para nelayan.
Kasubdit Penegakan Hukum Polair Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Muhammad Fauzi menerangkan, petugas meringkus lima orang yang melakukan perompakan di perairan Lampung. Masing-masing berinisial AR (36), SG (25), UD (20), TL (30), dan MM (26).
“Mereka ditangkap di perairan Kuala Seputih, Tulangbawang,” kata Fauzi kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (21/8/2016).
Dari para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa tiga buah speed lidah, rajungan seberat 784 kilogram (kg) dengan hasil lelang Rp 16 juta, tiga buah timbangan, dua bilah senjata tajam, tiga buah GPS, dan uang tunai Rp 4 juta.
Menurut Fauzi, komplotan tersebut ditangkap berdasarkan laporan dari pembina nelayan setempat.
Modus perompakan komplotan itu, kata Fauzi, dengan melakukan pemerasan di tengah laut terhadap para nelayan.
Fauzi menerangkan, komplotan itu memaksa membeli rajungan para nelayan, dengan harga tidak sesuai standar.
“Komplotan ini juga mengancam akan melakukan kekerasan terhadap para nelayan,” kata dia.
Fauzi menduga, korban komplotan tersebut tidak hanya satu orang.
“Memang yang melapor hanya satu orang. Tapi, kami duga ada korban-korban lain namun tidak melapor secara resmi ke polisi,” tutur Fauzi.
Ia mengatakan, petugas saat ini sedang melakukan pengembangan untuk mencari korban lainnya, yang ditengarai bukan nelayan asal Lampung.
Menurut Fauzi, kebanyakan korban berasal dari wilayah Indramayu dan Karawang, Jawa Barat. Untuk mencegah terjadinya perampokan, Polair meningkatkan patroli rutin.
Menurut Fauzi, patroli rutin ditingkatkan di wilayah-wilayah yang rawan perompakan dan pemerasan, terutama di perairan pantai timur Lampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-pisau_20160508_222355.jpg)