Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Polda Kantongi Identitas Bandar Pemasok Ganja di Unila

Enam mahasiswa dan satu tukang parkir yang ditangkap di gedung pusat kegiatan mahasiwa Universitas Lampung (Unila) ternyata bagian jaringan narkoba

Penulis: wakos reza gautama | Editor: soni

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Enam mahasiswa dan satu tukang parkir yang ditangkap di gedung pusat kegiatan mahasiwa Universitas Lampung (Unila) ternyata bagian jaringan narkoba di kampus. Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Komisaris Besar Agustinus Berlianto Pangaribuan mengatakan, enam mahasiswa tersebut ditangkap saat memecah satu kilogram ganja ke dalam paket-paket kecil.

"Rencananya ganja itu mau dijual oleh para mahasiswa ini," ujar Berlianto saat ekspose, Senin (22/8/2016). Menurut Berlianto, ganja tersebut dijual enam mahasiswa itu kepada siapa saja yang memesan.

"Yang memesan ada dari kalangan mahasiswa ada kalangan umum," ucapnya. Berlianto mengatakan, enam mahasiswa ini sering menjadikan kampus sebagai tempat transaksi.

Identitas enam mahasiswa itu adalah Alvin Qomarudin (22), mahasiwa Komunikasi FISIP Unila; M Iqbal Yunanda (22), mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Unila; Panji Bangkit (22) mahasiswa Sosiologi FISIP Unila.

Selanjutnya adalah Ali Sujatmiko mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Unila; Ricard Hero (23) mahasiswa Sosiologi FISIP Unila; dan Rahman Ramadho mahasiswa Sosiologi FISIP Unila. Satu tersangka lainnya adalah M Razin (22), tukang parkir.

Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung sudah mengantongi identitas bandar pemasok ganja ke enam mahasiwa Universitas Lampung. Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Komisaris Besar Agustinus Berlianto Pangaribuan mengatakan, enam mahasiwa dan satu tukang parkir mendapat ganja dari seorang berinisial H.

"Petugas masih mengembangkan kasus ini dengan mencari keberadaan H," kata Berlianto, Senin (22/8/2016). Berlianto mengutarakan, H menyuruh tersangka Razin mengantar ganja satu kilogram kepada enam mahasiswa yang ada di Unila.

Razin mengantarkan ganja tersebut ke enam mahasiwa. "Mereka lalu memotong ganja itu pakai gergaji besi untuk dipecah jadi paket kecil," ucapnya. Selain mengedarkan ganja tersebut, menurut Berlianto, enam mahasiwa itu juga menggunakan ganja.

Berlianto mengatakan, petugas melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua bulan untuk mengungkap jaringan kampus yang melibatkan mahasiswa. "Kami butuh waktu agak lama untuk benar-benar memastikan jaringan ini karena ini melibatkan mahasiswa di dalam kampus," kata Berlianto.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved