Berikan Relaksasi Izin Ekspor Konsentrat Mineral, Luhut: Jangan Ada yang Nulis Pemerintah Gamang

Pemerintah ingin mengevaluasi kebijakan tersebut, agar pengusaha minerba tidak dirugikan secara sepihak.

Berikan Relaksasi Izin Ekspor Konsentrat Mineral, Luhut: Jangan Ada yang Nulis Pemerintah Gamang
Kompas.com
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (1/6/2016). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan relaksasi berupa izin ekspor konsentrat mineral, kepada sejumlah kontrak karya, seperti PT Freeport Indonesia.

Hal tersebut bertujuan agar industri minerba tetap berjalan, walaupun harga komoditas anjlok.

Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kompensasi yang diberikan pemerintah kepada kontrak karya hanya sementara. Luhut pun tidak senang jika disebut labil, dalam membuat kebijakan berupa relaksasi izin ekspor mineral.

"Sekarang ada kompensasi. Jadi, jangan ada yang nulis pemerintah gamang. Bukan gamang," tegas Luhut di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (7/9/2016) malam.

Menurut Luhut, UU Minerba tahun 2009 yang wajib bangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) sampai 2014, sangat memberatkan para kontrak karya.

Pemerintah ingin mengevaluasi kebijakan tersebut, agar pengusaha minerba tidak dirugikan secara sepihak.

"Kami ingn melihat dengan benar supaya tidak membuat kesalahan lagi," kata Luhut.

Walaupun pemerintah memberikan relaksasi, namun Luhut tetap mendorong para pengusaha membangun smelter. Pasalnya, fokus Kementerian ESDM tetap ingin meningkatkan industri hilir, melalui pengolahan bahan tambang mineral mentah di dalam negeri, agar nilai jualnya jadi tinggi saat diekspor.

"Kita harus kejar (pembangunan smelter). Sekarang, pemerintah enggak boleh setengah-setengah. Ada peraturan, you take it or you leave it," kata Luhut.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved