Gara-gara Rebutan Payung, 2 Pedagang di Jalan Pemuda Berdarah-darah
Saya sempat memisahkan mereka berdua. Tahu-tahu, tangan saya sudah berdarah kena pisau.
Penulis: wakos reza gautama | Editor: Heribertus Sulis
Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Keributan antarpedagang terjadi di Jalan Pemuda, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Minggu (11/9/2016) siang.
Akibat keributan itu, dua pedagang mengalami luka tikam senjata tajam. Kedua korban kini dirawat di RSUD Abdul Moeloek (RSUAM).
Dua korban adalah Suhendi (30), warga Tanjung Meneng, Kecamatan Telukbetung Barat; dan Arif Budiman (20), warga Jalan Panung Taba, Gang Langgar, Kecamatan Tanjungkarang Pusat. Suhendi adalah pedagang alpukat dan Arif pedagang sandal.
Suhendi mengalami luka di tangan sedangkan Arif mengalami luka di tangan dan di punggung. Menurut Suhendi, pelaku penikaman adalah teman sesama pedagang berinisial GU. “GU yang menikam Arif dan tangan saya,” ujarnya.
Penikaman dua pedagang di Jalan Pemuda ternyata dilatarbelakangi masalah rebutan payung, untuk tempat berjualan. Suhendi, pedagang alpukat yang juga menjadi korban, mengatakan, korban Arif yang berjualan sandal meminjam payung milik pedagang lain, Yuk Mun.
Sedangkan, pelaku berinisial GU yang berjualan pisang, meminjam payung milik pedagang perabotan. Entah kenapa, tutur Suhendi, GU memindahkan payung Arif ke tempat penjual perabotan, yang payungnya dipinjam GU.
“Ini membuat Arif tidak terima lalu terjadi pertengkaran antara Arif dan GU,” ujar Suhendi.
Pertengkaran sempat dilerai para pedagang lainnya. Ternyata, Arif dan GU kembali terlibat perkelahian.
Suhendi mengatakan, saat itulah, GU mengambil pisau lalu menikam Arif di bagian tangan dan punggungnya.
“Saya sempat memisahkan mereka berdua. Tahu-tahu, tangan saya sudah berdarah kena pisau,” ucap Suhendi.
Para pedagang lain lalu membawa Arif ke rumah sakit. Sedangkan, Suhendi menyusul tak lama kemudian ke rumah sakit.