Pasangan Suami Istri yang Hobi Begadang Rentan Alami Perceraian

Relevansi tidur malam dengan frekuensi pertengkaran antara pasangan suami istri adalah tubuh yang lelah menyebabkan seseorang cepat tersinggung.

Editor: Reny Fitriani
IstockPhoto/NOVA
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Masalah sulit tidur telah menjadi persoalan umum manusia modern. Kerja lembur, tekanan menyelesaikan tenggat waktu kerja, dan beban cicilan acap kali menjadi pemicu stres yang menyebabkan mata sulit terpejam pada malam hari.

Ada yang mengatakan bahwa mereka yang masih lajang sulit tidur malam karena membutuhkan kehangatan dari pasangan.

Namun, sebuah laporan dari The National Sleep Foundation menyatakan bahwa insomnia paling banyak diderita oleh mereka yang telah berpasangan atau menikah.

Lalu, studi lain dari UC Berkeley, California, AS, menyebutkan bahwa pasangan suami istri yang kurang tidur malam rentan mengalami perpisahan dan perceraian.

“Pasangan yang sering bertengkar memiliki tingkat stres sangat tinggi dan memengaruhi kesehatan emosional, salah satunya sulit tidur malam,” jelas Amie Gordon, peneliti dari UC Berkeley.

Kemudian, Gordon menjelaskan bahwa relevansi tidur malam dengan frekuensi pertengkaran antara pasangan suami istri adalah tubuh yang lelah menyebabkan seseorang cepat tersinggung.

“Penelitian kami mengiluminasi satu faktor yang meningkatkan pertengkaran suami istri. Ternyata, faktor utama dari kurang tidur malam yang menyebabkan masing-masing pihak merasa lelah sepanjang hari dan emosional,” pungkasnya.

Sumber: Tabloid Nova
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved